Senin, 20 Juli 2026

Pemkab Serang Pelajari Pengelolaan Persampahan ke Kabupaten Banyumas

Photo Author
Martin, Nawacita Post
- Senin, 2 Desember 2024 | 16:43 WIB

 

Kemudian kedua, sambung Sugi, mendirikan TPST di setiap kecamatan untuk menangani sampah di tiap kecamatan dengan membangun tempat pengolahan sampah terpadu yang dikelola oleh KSM yang mempekerjakan pekerja untuk mengolah sampah dengan pola Zero Waste, yaitu meminimalkan sampah atau semua sampah yang masuk di hari itu ke TPST langsung diolah semuanya melalui pemisahan.

 

Pengolahan yang menghasilkan rongsokan dikumpulkan untuk dijual, plastik dicacah menghasilkan RDF kasar, sampah organik dijadikan kompos dan dijadikan bahan pakan ternak magot di lokasi TPST-nya, residu ada 2 cara penanganan, yaitu satu dibakar menggunakan alat pemanas khusus menjadi abu, dan dua sampah sisa seperti beling/kaca yang tidak bisa terolah akan dikirim ke TPA BLE, terangnya.

 

Dengan mendirikan TPA BLE, lebih jauh Sugi menjelaskan, yakni sebagai tempat pemrosesan akhir sampah yang dikirim dari seluruh TPST. Adapun cara kerjanya menggunakan mesin, bahan sampah kiriman dari TPST di seluruh Banyumas berupa cacahan sampah plastik dan Residu sampah diolah menggunakan mesin.

 

”Semua diproses menjadi barang bernilai ekonomis berupa RDF untuk bahan bakar dijual ke PLN dan pabrik semen, dan batako dijual kepada umum. Jadi di Banyumas menggunakan motto "Sumpah Beruang singkatan dari Sulap Sampah Berubah Uang,”paparnya.

 

Sedangkan bagi KSM atau Kelompok Swadaya Masyarakat yang mengelola TPST di setiap kecamatan dibentuk dengan SK Kadis DLH Kabupaten Banyuimas, yang mana hasil keuntunganya digunakan untuk operasional TPST itu sendiri, membeli BBM, membayar listrik, membayar upah pekerja, membayar sewa barang milik daerah, dan bayar upah pengurus KSM itu sendiri. 

”Adapun yang ditanggung Pemkab Banyumas yaitu pembuatan bangunan TPST dan TPA, pembelian mesin, pembelian kendaraan truk dan bentor , pemeliharaan dan perawatan,”jelasnya.

 

Sugi meyakini, dengan mencontoh atau menduplikat cara pengelolaan sampah di Banyuwangi serta menerapkanya di Kabupaten Serang dengan memodifikasi sebagian sesuai dengan kondisi di Pemkab Serang. ”Ditambah dengan adanya dukungan dari masyarakat Kabupaten Serang, kami meyakini dalam waktu tidak lama lagi maka persoalan darurat sampah di Kabupaten Serang Insya Allah akan bisa terselesaikan,”tutur Sugi.(**)

Halaman:

Editor: Famati.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terkini