NAWACITAPOST.COM - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus menegaskan perannya sebagai motor penggerak pemberdayaan perempuan dan pelaku usaha ultra mikro di Indonesia. Komitmen ini terlihat dari kolaborasinya dengan Philippine Women’s Association (PWA) Indonesia dalam acara "KEPO-in Produk Paling Dicari Filipina, Potensi Ekspor UMKM".
Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memfasilitasi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar internasional. Acara tersebut mencakup dua kegiatan utama, yaitu webinar edukatif dan bazar UMKM.
Kedutaan Besar Republik Filipina di kawasan Menteng, Jakarta, menjadi lokasi bazar yang menghadirkan 30 tenant pilihan. Tenant-tenant tersebut menampilkan berbagai produk unggulan yang potensial untuk diekspor ke Filipina.
Direktur Operasional PNM, Sunar Basuki, menjadi salah satu pembicara utama dalam sesi ini. Ia memaparkan pendekatan unik PNM dalam pemberdayaan pelaku usaha ultra mikro, terutama perempuan.
Baca Juga: Relawan GERAK Berikan Ucapan Selamat atas Kemenangan Pramono Anung dan Rano Karno
Menurutnya, fokus utama PNM bukan sekadar memberikan modal, tetapi juga menyediakan ekosistem pendukung yang mencakup pelatihan, pembinaan, dan akses jaringan bisnis. Pendekatan ini dirancang untuk memastikan pelaku usaha ultra mikro mampu berkembang secara berkelanjutan.
Sunar menyoroti perbedaan mendasar antara PNM dan lembaga keuangan konvensional. Syarat ketat seperti agunan dan skor kredit yang biasa diberlakukan oleh bank tidak diterapkan oleh PNM.
“Di bank, pinjaman harus didasarkan pada jaminan, kredibilitas usaha, dan kemampuan nasabah. Sementara di PNM, kami justru fokus pada mereka yang kurang mampu. Orang yang mampu malah tidak kami beri pinjaman,” jelas Sunar, dikutip Minggu (1/12/2024).
Lembaga ini juga memprioritaskan perempuan prasejahtera yang memiliki semangat untuk memulai atau mengembangkan usaha, meskipun tanpa aset yang cukup. Ia juga menegaskan bahwa bantuan PNM ditujukan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui usaha mikro yang dikelola secara mandiri.
Baca Juga: Rayakan HUT ke-129, BRI Tawarkan Program Pinjaman BRIguna dengan Suku Bunga Mulai 8,129%
PNM telah membuktikan komitmennya dengan menjangkau lebih dari 6.000 kecamatan di 36 provinsi Indonesia. Dengan dukungan hampir 4.000 unit kerja PNM Mekaar, lembaga ini telah melayani lebih dari 21,2 juta nasabah.
Dampaknya signifikan, terutama bagi perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga. Tidak hanya membantu perekonomian keluarga, tetapi juga berkontribusi terhadap pendidikan anak dan akses layanan kesehatan.
“Kami hadir untuk membantu ibu-ibu yang prasejathera dan ingin berusaha, tetapi terkendala modal. PNM memberikan dukungan bagi perempuan yang ingin mengembangkan usaha demi membantu perekonomian keluarga, serta memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan mereka,” tegas Sunar.
Data yang dirilis PNM menunjukkan bahwa sektor UMKM memiliki peran vital dalam perekonomian nasional. UMKM menyerap 97 persen tenaga kerja di Indonesia, menciptakan lapangan pekerjaan dalam jumlah yang sama, dan menyumbang 60,34 persen dari total GDP.
Artikel Terkait
Aliansi Serikat Pekerja dan Serikat Buruh Kabupaten Serang Menyikapi Penetapan UMP oleh Presiden Prabowo 6,5%
Gerak Senam Pagi Makin Variatif, Upaya Lapas Kelas III Kotapinang Jaga Kesehatan Warga Binaan
Jamin Kualitas Makanan Warga Binaan, Lapas Kelas IIA Sibolga Rutin Lakukan Pengawasan
Menuju Hidup Sehat, Rutan Kelas IIB Sukadana Gelar Senam Pagi Bagi Warga Binaan
Mens Sana in Corpore Sano, WBP Lapas Kelas IIA Rantauprapat Laksanakan Senam Pagi Dengan Antusias