Kamis, 4 Juni 2026

Menkomdigi Ajak Promosikan Bhinneka Tunggal Ika di Kancah Internasional  

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Kamis, 21 November 2024 | 09:58 WIB
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, dalam World Public Relations Forum 2024.  (Istimewa)
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, dalam World Public Relations Forum 2024. (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM - Indonesia terus berupaya memperkuat identitas nasional di tingkat global, dengan mengedepankan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dan gotong royong sebagai bagian dari nation branding. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan pentingnya mempromosikan nilai-nilai tersebut secara konsisten di kancah internasional, terutama di era digital yang semakin berkembang.

Hal ini disampaikan Meutya dalam World Public Relations Forum (WPRF) 2024 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, pada Rabu, 20 November 2024. Menurut Meutya, Bhinneka Tunggal Ika dan gotong royong merupakan aset budaya yang harus diperkenalkan secara luas sebagai referensi bagi masyarakat global.

“Salah satu aset budaya tak benda Indonesia, yaitu Bhinneka Tunggal Ika dan gotong royong, harus secara konsisten dipromosikan sebagai referensi bagi khalayak global," kata Meutya.

Ia menekankan bahwa dukungan dari tokoh-tokoh internasional yang berpengaruh perlu didokumentasikan dan dijadikan narasi yang kuat untuk memperkenalkan budaya Indonesia.

Baca Juga: BRI Raih Penghargaan Internasional Berkat Transformasi Digital Melalui BRIAPI

Meutya memberi contoh Christine Lagarde, yang saat itu menjabat sebagai Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) pada tahun 2018, menyoroti peran penting Bhinneka Tunggal Ika dan gotong royong dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia selama dua dekade terakhir.

Selain itu, Paus Fransiskus dalam kunjungannya ke Indonesia juga memuji Bhinneka Tunggal Ika sebagai prinsip yang menginspirasi, yang mampu menyatukan nilai-nilai budaya demi perdamaian dunia.

Meutya menjelaskan bahwa Indonesia menyadari kekuatan platform digital sebagai alat untuk memperkuat citra nasional. Oleh karena itu, pemerintah memanfaatkan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, untuk menyebarluaskan berbagai konten budaya seperti seni, musik, dan tradisi melalui platform digital yang disesuaikan dengan minat audiens.

“Menyadari kekuatan platform digital, Indonesia memanfaatkan teknologi dan media sosial untuk memperkuat citranya. Hal ini termasuk memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk menciptakan dan menyebarluaskan beragam konten budaya seperti seni, musik, dan praktik tradisi melalui platform yang dipersonalisasi,” jelas Meutya.

Baca Juga: Survei: Elektabilitas Andika-Hendrar Unggul

Hal ini diharapkan dapat memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia dengan cara yang lebih efektif dan menarik. Dalam era transformasi digital saat ini, literasi digital menjadi bagian penting dari pendidikan dan kampanye kesadaran publik di Indonesia.

Program literasi digital dirancang untuk memberdayakan masyarakat agar lebih kritis dalam menilai dan memverifikasi informasi. Dengan demikian, informasi yang dibagikan melalui media digital bisa lebih akurat dan bermanfaat.

Meutya juga menyebutkan peran platform media sosial dalam memantau penyebaran informasi yang salah. Pemerintah Indonesia, lanjutnya, aktif mendorong platform digital untuk mengidentifikasi dan menghapus konten berbahaya.

“Platform media sosial secara aktif didorong untuk memantau penyebaran informasi yang salah dengan mengidentifikasi dan menghapus konten berbahaya sambil memastikan transparansi dalam sumber-sumber baru untuk menegakkan integritas informasi. Kecerdasan buatan dan analisis data besar digunakan untuk mengumpulkan dan memantau jutaan konten negatif secara real time, sehingga memungkinkan tanggapan pemerintah yang cepat dan akurat,” kata Meutya.

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini