Minggu, 19 Juli 2026

Perhumas Dorong Komunikasi Jadi Penggerak Perubahan Positif di Kancah Dunia  

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Rabu, 20 November 2024 | 16:03 WIB
Ketua Umum Perhumas Indonesia, Boy Kelana.  (Istimewa)
Ketua Umum Perhumas Indonesia, Boy Kelana. (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM - Perhumas Indonesia terus berupaya menjadikan komunikasi sebagai alat perubahan positif yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Ketua Umum Perhumas Indonesia, Boy Kelana Soebroto, menegaskan bahwa saat ini hubungan masyarakat telah berkembang lebih jauh dari sekadar peran komunikasi strategis.

Menurut Boy Kelana, sebagai bagian dari asosiasi PR global, Perhumas mendukung misi penting untuk menjadikan komunikasi sebagai kekuatan pengaruh yang etis dan terarah, dengan tujuan memprioritaskan kebaikan bersama. Dia menekankan bahwa Perhumas berkomitmen untuk membangun komunikasi yang bermakna, yang bisa menjadi mesin perubahan positif di tingkat global.

Hal ini disampaikan dalam sambutannya pada hari kedua World Public Relations Forum (WPRF) 2024 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, Rabu, 20 November 2024. “Kami mendorong pemimpin dunia untuk menjadikan komunikasi sebagai mesin perubahan yang positif,” kata Boy Kelana, dikutip Rabu (20/11/2024).

Forum yang diselenggarakan oleh Global Alliance bekerja sama dengan Perhumas Indonesia dan Katadata Indonesia. Kegiatan ini dihadiri oleh 1.400 peserta dari berbagai negara, termasuk 22 perwakilan internasional yang turut berpartisipasi di WPRF 2024.

Baca Juga: Dampak Kenaikan PPN 12% pada 2025, Ancaman PHK di Sektor Ritel dan Industri  

Boy menyampaikan bahwa anggota Perhumas Indonesia memiliki peluang besar untuk membentuk narasi yang membangun kepercayaan publik, menanamkan harapan, dan menyatukan masyarakat dalam menemukan solusi yang berkelanjutan. Ia juga menambahkan bahwa forum ini akan mengeksplorasi kontribusi Indonesia dalam menciptakan ekosistem hubungan masyarakat yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Dia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara keberlanjutan lingkungan dan ekosistem sosial yang mampu menjaga kepercayaan dan pemahaman publik. Boy juga menggarisbawahi pentingnya kepercayaan di era yang semakin kompleks dengan arus informasi yang begitu besar.

“Kami percaya bahwa keberlanjutan sangat penting bagi masa depan pendekatan lapangan kami yang tidak hanya menghormati lingkungan, tetapi juga ekosistem sosial yang menopang kepercayaan dan pemahaman publik,” jelas Boy.

Ia menekankan bahwa kepercayaan merupakan fondasi utama dalam setiap upaya komunikasi yang bertanggung jawab. Menurutnya, komunikasi yang bertanggung jawab berarti mengelola informasi dengan bijak, menghindari berita palsu, serta memastikan kontribusi dalam diskusi yang konstruktif yang mendukung inklusi dan keragaman.

Baca Juga: Kejaksaan Agung Tegaskan Penetapan Tersangka Tom Lembong Sudah Sesuai Prosedur  

“Komunikasi yang bertanggung jawab berarti kita harus mampu mengelola informasi dengan bijak, menghindari penyebaran berita palsu, dan memastikan bahwa kita berkontribusi dalam diskusi yang konstruktif, mempromosikan inklusi dan keragaman,” jelas Boy.

Presiden Global Alliance, Justin Green, dalam kesempatan yang sama, menyoroti perubahan lanskap komunikasi seiring hadirnya kecerdasan buatan. Menurut Justin, AI tidak akan mengambil alih pekerjaan manusia, namun mereka yang tidak dapat beradaptasi dengan penggunaan AI mungkin akan tertinggal.

Justin juga menegaskan bahwa AI tidak akan pernah bisa menggantikan pengalaman emosional manusia, dan masa depan kecerdasan buatan adalah tentang kecerdasan emosional. "AI tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya membeli rumah. Memiliki keluarga yang tumbuh besar di rumah itu, dan kemudian kehilangan rumah itu karena bencana alam. Masa depan kecerdasan buatan adalah kecerdasan emosional,” kata Justin.

Global Alliance dan seluruh anggotanya, menurut Justin, berkomitmen terhadap kode etik global serta prinsip-prinsip penggunaan AI yang etis dan bertanggung jawab. Prinsip-prinsip ini, katanya, akan membantu profesi hubungan masyarakat menghadapi tantangan di masa mendatang.

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini