Minggu, 19 Juli 2026

Menkomdigi Meutya Hafid Akan Jadi Pembicara Utama di World Public Relations Forum 2024  

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Sabtu, 16 November 2024 | 16:41 WIB
Menkomdigi jadi pembicara di World Public Relations Forum 2024.  (Istimewa)
Menkomdigi jadi pembicara di World Public Relations Forum 2024. (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM– Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid dijadwalkan menjadi salah satu pembicara utama dalam acara World Public Relations Forum (WPRF) 2024 yang akan diselenggarakan di Bali. Forum kehumasan internasional ini untuk pertama kalinya digelar di Indonesia, di bawah koordinasi Global Alliance bekerja sama dengan Perhumas Indonesia.

Meutya Hafid akan menyampaikan pidato kunci pada sesi bertajuk "Shaping Nation Branding through Digital Communication". Sesi ini akan membahas peran penting komunikasi digital dalam membangun citra dan identitas bangsa di era global. Selain Meutya, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Prabu Revolusi juga dipastikan berkontribusi dalam diskusi-diskusi penting selama forum berlangsung.

WPRF 2024 mengangkat tema besar "Purposeful Influence for the Common Good". Forum ini bertujuan untuk menjawab tantangan di dunia kehumasan modern melalui dialog tentang inovasi, etika, dan peran strategis hubungan masyarakat dalam membangun masyarakat serta organisasi yang lebih inklusif dan berdaya saing.

Ketua Umum Perhumas Indonesia Boy Kelana Soebroto menilai kehadiran Menkomdigi dalam forum ini menjadi momen penting bagi Indonesia untuk menunjukkan kemajuan dalam pengelolaan ekosistem digital dan kehumasan.

Baca Juga: Menteri Hukum Lantik Pimpinan Tinggi, Fokus pada Transparansi dan Keterbukaan Publik

“Kementerian Komunikasi dan Digital memiliki peran kunci dalam transformasi komunikasi publik di Indonesia. Kehadiran Ibu Menkomdigi di WPRF 2024 diharapkan mampu memberikan wawasan yang memperkaya diskusi tentang teknologi digital, terutama dalam mendorong transparansi informasi dan membangun kepercayaan publik,” ujar Boy Kelana.

Ia menambahkan bahwa era digital membutuhkan kerja sama erat antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem informasi yang aman, akurat, dan mendukung keberlanjutan.

“Forum ini juga merupakan peluang emas bagi Indonesia untuk menunjukkan kontribusinya dalam menangani tantangan komunikasi global, seperti disinformasi, etika digital, dan perlindungan privasi,” lanjut Boy.

WPRF 2024 akan diisi dengan berbagai sesi seperti pidato utama, diskusi panel, lokakarya, serta acara penghargaan. Salah satu sorotan utamanya adalah Global PR and Communications Awards yang akan memberikan penghargaan kepada individu atau organisasi yang telah menunjukkan inovasi dan keunggulan dalam praktik hubungan masyarakat.

Baca Juga: Petugas Lapas Karawang Berhasil Kendalikan Kerusuhan

Sebagai tambahan, beberapa acara pendukung seperti Konvensi Humas Indonesia (KHI) dan Pertemuan Humas Muda Indonesia (PEMUDA) akan menjadi bagian integral dari WPRF. Acara-acara ini bertujuan untuk melibatkan lebih banyak peserta, mulai dari profesional berpengalaman hingga generasi muda yang sedang menapaki karier di dunia kehumasan.

Kehadiran Para Pemimpin Global

Selain pembicara nasional, WPRF 2024 akan dihadiri oleh sejumlah tokoh hubungan masyarakat dari berbagai negara. Beberapa nama yang telah dikonfirmasi hadir adalah Justin Green, Presiden Global Alliance, yang akan mengupas bagaimana humas dapat membentuk opini publik dunia; Anne Gregory, akademisi dari University of Huddersfield, yang akan membahas etika dalam hubungan masyarakat; serta Paul Holmes, pendiri The Holmes Report, yang akan berbagi pandangan tentang tren komunikasi global.

Bali sebagai tuan rumah WPRF 2024 diharapkan menjadi magnet bagi lebih dari seribu profesional komunikasi dari seluruh dunia. Forum ini juga menjadi kesempatan strategis bagi Indonesia untuk mempromosikan nilai budaya, pariwisata, dan potensi ekonomi digital di panggung internasional.

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini