Hal senada juga disampaikan oleh peserta lain dari Desa Eretan Kulon, Kandanghaur, Kabupaten Indramayu bernama Siti Saniyah. Perempuan berusia 31 tahun ini sebelumnya pernah bekerja sebagai tenaga migran di Yordania selama 4 tahun dan Dubai selama 2 tahun.
Kini ia telah memiliki usaha jual ikan segar dari tangkapan suami dari laut yang digelutinya sejak 2017 silam.
“Ikan-ikan segar itu dijual di Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Namun, tak jarang kadang ada pengunjung yang datang langsung untuk membeli ikan segar. Berkat adanya program Pemberdayaan Eks Pekerja Migran Indonesia dari BRI ini, saya dapat pengalaman yang sangat berharga tentang cara menjalankan usaha hingga motivasi agar tak gampang menyerah. Semoga BRI terus memberikan beragam bentuk bantuan dan pendampingan agar usaha kami terus berkembang,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Strategi Jitu BRI Tekan Rasio Kredit Bermasalah di Tengah Peningkatan Penyaluran Kredit
BRI Berhasil Turunkan Kredit Macet, Ini Strategi Jitu Tingkatkan Kualitas Aset
Dorong Ekonomi Hijau, BRI Salurkan Rp764,8 Triliun untuk Pembiayaan Berkelanjutan
BRI Raih Penghargaan WEPs Awards 2024, Bukti Komitmen pada Pemberdayaan Perempuan
BRI Ambil Langkah Tegas, Blokir Lebih dari 3.000 Rekening Terkait Judi Online