Agus menambahkan Presiden Prabowo juga berpesan untuk memperbaiki data. Saat ini data diproyeksikan agar menjadi data tunggal terpadu. Ia berharap data terpadu tersebut dapat selesai akhir tahun ini.
"Sehingga semua kementerian punya basis kebijakan. Tanpa data seperti mau berlayar tapi tak punya kapal. Tapi dengan data terpadu mudah-mudahan Indonesia menjadi maju," katanya.
Lebih lanjut, ia mengatakan dalam mengentaskan kemiskinan, Kemensos tak bisa bekerja sendiri tapi harus berkoordinasi dengan lembaga dan pihak lainnya.
"Graduasi kemiskinan hanya akan bisa terjadi kalau masyarakat berdaya secara ekonomi. Tugas Kemensos sebetulnya membantu orang kurang atau tidak berdaya," ujarnya.
Ia mencontohkan Kemensos bekerja sama dengan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin). Lalu untuk operasional, Kemensos bekerja sama dengan kementerian desa dan kementerian UMKM.
"Secara makro, pemberdayaan sistem ekonomi, Pak Prabowo sudah sangat detail menjelaskan ini dan beliau mengarahkan sistem ekonomi berkeadilan. Jadi tugas kita sekarang ini adalah membantu supaya masyarakat berdaya," katanya.
Ia menegaskan tugas pilar-pilar sosial menjadi jangkar bagi Kemensos untuk memberdayakan dan mendampingi masyarakat. Ia pun menyebutkan jumlah pilar sosial Jawa Barat ada 17.613 orang.
"Jadi secara instrumen dan sumber daya, Kemensos paling siap, paling mampu untuk lakukan pemberdayaan pendampingan masyarakat karena instrumen kita sangat luas," katanya
Terkait hal ini, Pelaksana Harian (Plh.) Asisten Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Jawa Barat, Dodo Suhendar mengatakan masalah kemiskinan menjadi isu strategis di Jawa Barat. Karena itu, dinas sosial dan terkait membuat rencana aksi yang diharapkan dapat memperbaiki Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
"Strateginya dengan meningkatkan pendapatan warga miskin. Untuk perkotaan, Jawa Barat akan menjadi model rumah susun, para penghuni dari keluarga miskin, selama 6 bulan dibina, dan jadi model graduasi kemiskinan," kata Dodo pada kesempatan yang sama.
Tak hanya itu, pihaknya juga akan bekerja sama dengan Perhutani. Lewat kerja sama tersebut, tanah yang disiapkan bisa ditanami komoditas kebutuhan pokok.
"Di Ciamis ada tanah 2 hektar digarap keluarga miskin ditanami jagung untuk dijual," katanya.
Lalu di pesisir, ia menjelaskan permasalahan yang menjadi beban berat adalah BBM. Atas masalah itu, pihaknya memberikan alternatif agar BBM diganti dengan tenaga surya.
"Kami sudah bisa lakukan untuk sekolah dan wisata. Kalau dijadikan model untuk warga miskin, akan kurangi beban pengeluaran warga miskin," ujarnya.
Lebih lanjut, Dodo mengatakan secara kontinu pihaknya akan membuat terobosan untuk menurunkan kemiskinan di Jawa Barat.
Artikel Terkait
Dapur Umum Kemensos Layani Ribuan Pengungsi Erupsi Lewotobi
Kemensos Akan Salurkan Santunan bagi Korban Bencana Angin Kencang Soppeng Sulsel
Kemensos Mengembangkan Model Perkampungan Warga Rentan di Indramayu
Kemensos Gandeng KSP dan BPPIK untuk Optimalkan Program Keluarga Harapan (PKH)
Salurkan 3,7 M, Bantuan Kemensos Terus Mengalir bagi Korban Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi