NAWACITAPOST.COM - Pengamat politik Nusantara dan tokoh masyarakat Nias, Faigiziduhu Ndruru, mengungkapkan perasaannya saat menyaksikan pelantikan anggota DPR RI periode 2024-2029. Di satu sisi, ia merasa bangga melihat dua putra Nias, Yasonna H. Laoly dan Marinus Gea, berhasil dilantik sebagai anggota DPR RI.
Namun, di sisi lain, ada kesedihan mendalam karena keduanya tidak terpilih dari Dapil Nias, melainkan dari daerah lain di luar Kepulauan Nias. Yasonna meraih kursi DPR RI dari Dapil Sumatera Utara 1, yang mencakup Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kota Medan, dan Kota Tebing Tinggi.
Sementara itu, Marinus Gea sukses mendapatkan kursi dari Dapil Banten 3, meliputi Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. Menariknya, di dapil tersebut, masyarakat Nias bukanlah kelompok mayoritas.
Meski bangga dengan prestasi kedua tokoh ini, Faigiziduhu menyayangkan kenyataan bahwa tak satu pun dari mereka terpilih melalui Dapil II Sumatera Utara, yang mencakup Kepulauan Nias. Padahal, dengan jumlah pemilih sekitar 500 ribu orang, Nias memiliki potensi untuk meloloskan wakilnya ke Senayan.
Baca Juga: Kostum Ultraman Warnai Pelantikan DPR: Jamaludin Malik Siap Basmi Kejahatan!
"Ini kabar buruk dan mencerminkan kegagalan besar dari masyarakat dan para pemimpin di Nias," ungkap Faigiziduhu dengan nada kecewa, di Jakarta, Selasa (1/10/2024).
Menurutnya, ada dua faktor utama penyebab kegagalan ini. Pertama, para pemimpin di Nias tidak cukup dipercaya oleh rakyat sehingga jalan pikiran mereka lebih cenderung menguntungkan diri sendiri daripada memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Kedua, kurangnya pemahaman masyarakat tentang peran vital anggota DPR RI. Faigiziduhu menilai bahwa banyak warga yang belum sepenuhnya memahami bagaimana DPR RI mempengaruhi kebijakan publik melalui fungsi anggaran, pengawasan, dan legislasi, yang seharusnya bisa mempercepat pembangunan di Nias.
"Kita harus menelan pil pahit, karena ini bukan kali pertama atau kedua, tetapi sudah berkali-kali kita gagal meloloskan wakil dari Nias. Ini jelas mencerminkan kegagalan dari para pemimpin daerah yang tidak mampu menggerakkan masyarakat untuk bersatu dan memilih wakil yang bisa membawa aspirasi Nias ke pusat," ujar Faigiziduhu Ndruru.
Selain menyalahkan para pemimpin, Faigiziduhu juga menyoroti peran para pemuda dan tokoh masyarakat yang dinilainya kurang memahami urgensi keterwakilan orang Nias di DPR RI. "Banyak dari mereka lebih memikirkan siapa yang bisa memberikan uang atau kenikmatan jangka pendek, ketimbang memikirkan manfaat jangka panjang dari terpilihnya putra Nias yang bisa memperjuangkan alokasi pembangunan untuk kepulauan ini," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa tuntutan untuk membangun wilayah pasti akan datang kepada Yasonna dan Marinus dari dapil mereka masing-masing. Hal ini, menurutnya, semakin memperjelas bahwa kegagalan ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga masyarakat Nias yang belum mampu mempertahankan idealisme dan kepentingan jangka panjang bagi masa depan daerah mereka.
"Pak Yasonna dan Marinus Gea, mereka tentu dituntut dari dapilnya untuk membangun di mana mereka berasal keterpilihannya menjadi anggota DPR," kata Faigiziduhu Ndruru.
Artikel Terkait
Faigiziduhu Ndruru: Nias Pro 2024 Jadi Event Menarik di Nias Pulau Impian
Terkesan Kejar Tayang, Faigiziduhu Ndruru Ungkap Tantangan dan Solusi dalam Pembangunan IKN
Faigiziduhu Ndruru Usul Rakernas Moeldoko Center Dorong Pemerintah Jadikan Sorgum sebagai Pangan Alternatif Nasional
Faigiziduhu Ndruru: Nawacita Awards 2024 Beri Penghargaan Khusus untuk Media Penjaga Demokrasi
Faigiziduhu Ndruru: Nawacita Awards dan Nusantara Awards Diselenggarakan Bergantian Setiap Tahun