Minggu, 19 Juli 2026

Terkesan Kejar Tayang, Faigiziduhu Ndruru Ungkap Tantangan dan Solusi dalam Pembangunan IKN

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Kamis, 6 Juni 2024 | 14:39 WIB
Komisaris Utama Media Nawacita Indonesia, Faigiziduhu Ndruru. (MNI)
Komisaris Utama Media Nawacita Indonesia, Faigiziduhu Ndruru. (MNI)

NAWACITAPOST.COM - Peristiwa pengunduran diri Ketua dan Wakil Ketua Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) baru-baru ini menjadi sorotan tajam. Pengamat menilai bahwa pengunduran diri tersebut mencerminkan adanya masalah serius yang belum tertangani dalam pembangunan ibu kota baru ini.

Sejumlah isu mencuat, mulai dari proses pembangunan yang disebut "kejar tayang", hingga tata kelola yang dinilai "amburadul", menunjukkan adanya tantangan besar yang harus segera diatasi oleh Plt Kepala Otoritas IKN Basuki Hadimuljono.

Sementara itu, Komisaris Utama Media Nawacita Indonesia (MNI) sekaligus pengamat politik Nusantara, Faigiziduhu Ndruru, juga turut menyoroti isu krusial dalam pembangunan IKN. Menurutnya, ada kecenderungan untuk terburu-buru dan seolah-olah dikejar waktu.

Padahal, kata dia, membangun kota bukanlah seperti mempersiapkan kawasan perumahan biasa. "Ada banyak aspek yang perlu diperhatikan dan direncanakan dengan matang," kata Faigiziduhu Ndruru, Kamis (6/6/2024).

Baca Juga: Darmono Usul Kebijakan Lahan Gratis untuk Investor di IKN

Faigiziduhu Ndruru berpendapat bahwa pembangunan IKN yang terburu-buru dapat menimbulkan kesan negatif bagi para investor. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan, mulai dari lahan, teknologi yang akan digunakan dalam pengelolaan kota, hingga sarana dan prasarana seperti air bersih, infrastruktur, dan akses transportasi.

Menurutnya, pemerintah tidak perlu tergesa-gesa karena terburu-buru dalam pembangunan bisa menyebabkan berbagai masalah di kemudian hari. Pembangunan kota yang sukses harus didasarkan pada perencanaan yang baik dan mengikuti tahapan yang jelas.

“Jika kita meniru kisah Bondowoso yang disuruh membangun candi dalam satu malam, hasilnya bisa mengecewakan jika dikejar waktu. Hal ini bukan hanya merugikan satu pihak, tetapi bisa berdampak negatif bagi seluruh negara,” ujar Ndruru.

Menurutnya, salah satu alasan kemunduran pembangunan adalah karena masalah lahan yang belum terselesaikan. Meski regulasi sudah siap, tanpa manajemen yang baik dan penyelesaian masalah lahan, pembangunan tidak akan berjalan lancar.

Baca Juga: Trisya Suherman Berharap Kabinet Prabowo Diisi Tokoh Mumpuni

“Sebelum mendatangkan investor, pastikan semua urusan lahan sudah beres, sumber air bersih tersedia, dan infrastruktur pendukung seperti akses ke bandara dan pelabuhan sudah siap,” kata Faigiziduhu Ndruru.

Ia juga sepakat dengan pendapat Setyono Djuandi Darmono, pendiri dan chairman PT Jababeka Tbk. Dalam sebuah Forum Group Discussion (FGD) Pengusaha Bela Bangsa, Darmono mengusulkan pemberian fasilitas lahan gratis kepada investor dalam jangka waktu tertentu di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Menurutnya, salah satu hambatan terbesar bagi investor adalah tingginya biaya investasi awal, terutama untuk pembelian lahan. Jika investor diberikan lahan gratis dengan izin HGB dan membangun infrastruktur, mereka bisa mengembalikan investasi dalam bentuk bangunan yang bernilai dalam 20 atau 30 tahun ke depan.

Faigiziduhu Ndruru menekankan bahwa setiap tahapan harus dianalisis dan diselesaikan satu per satu, bukan dengan melompat-lompat dan melewatkan langkah penting. Ia percaya bahwa pembangunan yang baik adalah pembangunan yang berkelanjutan.

Baca Juga: Pj Gubernur Banten Al Muktabar Dampingi Mendag Zulkifli Hasan Kunjungi Pasar Kelapa dan PT Krakatau Steel

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini