NAWACITAPOST.COM - Setiap hari jum'at, digelar sholat jum'at berjamaah yang dilaksanakan di Masjid At- Taubah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Siborongborong Kanwil Kemenkumham Sumut.
Seperti yang terlihat hari ini, baik Petugas Lapas maupun Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) membaur dalam pelaksanaan Sholat Jum'at Jum'at. (19/07/2024),.
Tema Khutbah Jumat hari ini yakni “Judi Online, Petaka Berujung Sengsara”. Di bawakan langsung oleh Ustadz yang rutin mengisi Khutbah di Lapas Siborongborong, Yakni Ustadz Sanusi sebagai khatib sekaligus Imam Sholat jumat.
Dalam Khutbahnya, Ustadz Sanusi berkata bahwa Rezeki sudah ditakar oleh karena itu mari kita jemput rezeki dari sumber yang halal.
“Jika nafsu membisikkan kepada kita bahwa dengan berjudi kita akan memperoleh harta yang banyak tanpa harus bekerja, maka yakinlah bahwa masing-masing dari kita telah ditakar dan dijatah rezekinya. Kita tidak akan mendapatkan lebih dari rezeki yang telah ditentukan bagi kita. Oleh karena itu, kita jemput dan ambil jatah rezeki kita dari sumber yang halal dan dengan cara yang tidak bertentangan dengan syariat”.
khatib juga mengajak kita semua untuk memerangi segala bentuk perjudian, terutama perjudian online.
Baca Juga: Buronan Kasus Korupsi Gagal Bayar Ditangkap di Bali
Selanjutnya, Siapa pun kita, apapun latar belakang kita, apapun profesi kita, jika kita ingin menyelamatkan bangsa ini dari kehancuran, jika kita ingin menyelamatkan diri kita dan anak cucu kita dari kematian, ayo bahu membahu berperang dan anggota perjudian.
"Kita mulai dari diri kita sendiri. Jangan pernah mencoba-coba untuk berjudi. Kemudian keluarga kita dan orang-orang di sekitar kita. Kita jelaskan kepada mereka bahaya dan melapetaka yang mengintai mereka jika mereka sudah terlibat dalam perjudian”. Ungkap Al-Ustadz
Menurut Kepala Seksi Binadik, Serasi, SH, kegiatan Sholat Jumat ini merupakan salah satu bentuk memberikan hak bagi setiap warga binaan beragama muslim, untuk dapat menjalankan apa yang menjadi kewajiban dalam agamanya.
“Sholat jum'at berjamaah juga berguna untuk meningkatkan hubungan baik serta kedekatan antara petugas dan warga binaan,” jelasnya.
Hal tersebut menurutnya, juga akan berpengaruh dengan kelancaran setiap program pelatihan baik itu kerohanian maupun kepribadian yang diikuti oleh warga binaan Lapas Siborongborong.