Kamis, 4 Juni 2026

7 Tradisi Pernikahan Unik, dari Ludahi Pengantin hingga Kawin Colong dari Indonesia

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Rabu, 17 Juli 2024 | 14:31 WIB
Ilustrasi pernikahan.  (Pexels)
Ilustrasi pernikahan. (Pexels)

Selama periode ini, calon pengantin perempuan tidak diperbolehkan keluar rumah hingga hari pernikahan tiba. Upacara pernikahan tersebut dikenal dengan prosesi munggah kawin, yang berlangsung seperti pernikahan pada umumnya dan dihadiri oleh keluarga, kerabat, serta tamu undangan.

4. India: Kumbh Vivah

Di India, wanita yang lahir di bawah pengaruh Mangal Dosha (kombinasi astrologi Hindu) dianggap membawa nasib buruk dalam pernikahan. Untuk mengatasi kutukan ini, dilakukanlah upacara Kumbh Vivah.

Dalam upacara ini, wanita tersebut harus menikah dengan pohon peepal, pohon pisang, atau berhala dewa Wisnu sebelum menikahi pasangan yang sebenarnya. Aktris Bollywood Aishwarya Rai Bachchan adalah salah satu yang menjalani ritual ini sebelum menikah dengan Abhishek Bachchan.

5. Jerman: Memecahkan Barang Pecah Belah

Di Jerman, ada tradisi yang dikenal sebagai Polterabend. Dalam tradisi ini, tamu pernikahan berkumpul di rumah calon mempelai wanita dan memecahkan barang pecah belah seperti piring dan gelas.

Baca Juga: Begawan Properti Ciputra: Janji Adalah Utang

Pasangan pengantin kemudian harus membersihkan puing-puing tersebut bersama-sama. Tradisi ini melambangkan kerja sama dalam menghadapi tantangan dan dipercaya membawa keberuntungan bagi pernikahan mereka.

6. China: Menangis Bersama

Di beberapa daerah di China, ada tradisi yang mengharuskan mempelai wanita menangis satu jam setiap hari selama sebulan sebelum hari pernikahan. Sepuluh hari pertama, calon mempelai wanita akan menangis sendirian, kemudian bergantian dengan ibunya, neneknya, dan anggota keluarga wanita lainnya. Tradisi ini disebut Zuo Tang dan berasal dari era Negara-negara Berperang di China, yang melambangkan perpisahan yang emosional dan harapan baik untuk masa depan.

7. Perancis: Sajian di Pispot

Di Perancis, ada tradisi yang mengharuskan para tamu mengumpulkan sisa makanan dan minuman di dalam pispot untuk disajikan kepada pengantin baru. Tradisi ini dimaksudkan untuk memberikan energi kepada pasangan untuk malam pernikahan mereka. Saat ini, pengantin biasanya disuguhi campuran cokelat dan sampanye yang lebih menarik, tetapi tetap disajikan dalam pispot sebagai bagian dari tradisi.

Baca Juga: Inilah Pemilik Pinjol Kredivo, Akulaku, dan Kredit Pintar

Tradisi pernikahan yang unik ini menunjukkan kekayaan budaya dan keanekaragaman cara manusia merayakan cinta dan komitmen. Meskipun beberapa tradisi mungkin terdengar aneh bagi orang luar, mereka memiliki makna dan tujuan yang dalam bagi masyarakat yang mempraktikkannya.

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini