Setiba dirumah duka, sekira ā Pukul 12.50 wib, 2 (dua) orang personil dari SubDenPom I/2-5 Nias, melihat pemakaman sambil meminta keterangan mengenai riwayat perjalanan dan keterangan lainnya yang berhubungan dengan almarhum .
Kemudian pada hari Kamis (06/06/2024), Komandan Kompi Kesatuan Yonkes Christian Hutauruk tiba di rumah duka dengan menggunakan baju sipil dikawal 2 orang TNI dari Kodim, kemudian pukul 11.10 meminta ijin utk menukarkan pakaian menggunakan baju dinas.
Lalu, Christian Hutauruk menjelaskan beberapa kronologi singkat mengenai penemuan jenazah, serta menunjukkan foto saat awal ditemukan tetapi tidak dapat mengirimkan foto tersebut kepada kami dengan alasan sedang diklasifikasikan, dan anehnya lagi, Christian Hutauruk tidak dapat memberikan/mengeluarkan surat bahwa kasus sedang dalam penyelidikan, atau memberikan surat keterangan kematian, atau menyampaikan mayat. Namun ia mengatakan bahwa kedatangannya hanya ikut berbelasungkawa sebagai komandan, sambil menyerahkan 2 amplop berisi gaji 13 + remon dan uang duka dari kesatuan.
Pada kesempatan itu juga, Christian sempat meminta kepada keluarganya untuk menyerahkan plastik berisi baju + handuk saat kejadian (barang bukti) dan surat pernyataan asli untuk menolak otopsi. Sementara ia juga menjelaskan bahwa pihak Kesatuannya adalah pihak terperiksa
Atas kematian Prima Saleh Gea, pihak keluarga menilai ada kejanggalan dan sangat berharap agar kasus ini terungkap terang benderang, serta pihak keluarga membantah tudingan di beberapa media nasional yang mengatakan bahwa almarhum bunuh diri akibat terlilit utang judi online.