Selasa, 2 Juni 2026

Faigiziduhu Ndruru: Tidak Ada yang Salah dengan Semangat Nias Pulau Impian

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Selasa, 16 April 2024 | 14:19 WIB
Komisaris Utama Media Nawacita Indonesia, Faigiziduhu Ndruru. (MNI)
Komisaris Utama Media Nawacita Indonesia, Faigiziduhu Ndruru. (MNI)

NAWACITAPOST.COM - Tokoh Kepulauan Nias, Faigiziduhu Ndruru, menyoroti perdebatan mengenai pro dan kontra Nias Pulau Impian. Ia menegaskan bahwa polemik tersebut adalah hal yang lumrah.

Sebagaimana diketahui, ide mengenai Nias Pulau Impian telah memicu diskusi yang panjang di kalangan masyarakat Nias. Perdebatan itu muncul baik dari masyarakat yang tinggal di Kepulauan Nias, Sumatra Utara (Sumut) maupun para perantau di seluruh wilayah nusantara maupun luar negeri.

"Ide dan gagasan besar seringkali tidak diterima secara langsung tanpa kritik, dan kritik ini penting untuk menghasilkan manfaat terbaik bagi masyarakat," kata Faigiziduhu Ndruru, di Jakarta, Selasa (16/4/2024).

Menurut Faigiziduhu Ndruru, semangat Nias Pulau Impian tidaklah salah. Ide dan gagasan ini, dicetuskan oleh Marinus Gea ketika menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI). Mayoritas masyarakat mendukung ide ini, namun ada juga yang mempertanyakan bahkan mengejeknya dengan sebutan "pulau mimpi".

Baca Juga: Nias Pulau Impian dengan Sejuta Pesona yang Mengalahkan Bali

"Beberapa perdebatan di media sosial dan media kredibel menunjukkan bahwa sebagian orang masih memandang ide ini dengan skeptis, dengan berbagai alasan dan argumentasi yang dikemukakan," lanjut Faigiziduhu Ndruru.

Faigiziduhu Ndruru mengatakan, beberapa orang yang mempersoalkan tagline Nias Pulau Impian lebih fokus pada pengertian kalimatnya daripada substansi dan tujuan dari ide tersebut. Namun, ada juga yang memaknai Nias Pulau Impian sebagai tekad dan semangat untuk menjadikan Kepulauan Nias berubah menjadi destinasi impian bagi para wisatawan domestik maupun internasional.

Padahal, lanjut Faigiziduhu Ndruru, tagline ini dapat memicu pemikiran baru tentang pembangunan di Kepulauan Nias, agar lebih adaptif terhadap kemajuan. Selain itu, tagline ini juga menginspirasi untuk mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme, dengan menjunjung tinggi etika dan moral dalam membangun Kepulauan Nias.

"Dalam semangat Nias Pulau Impian, penting juga untuk menjaga kehidupan religius, pluralisme, keberagaman, saling tolong menolong, dan gotong royong dalam menyelesaikan masalah," kata Faigiziduhu Ndruru.

Baca Juga: Tagline Nias Pulau Impian, Apakah Sudah Tepat atau Perlu Rebranding?

Semua ini memiliki hubungan erat dengan kemajuan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Contohnya, dalam membangun ekonomi dari sektor pariwisata, penting untuk menghindari pungutan liar, memberikan pelayanan yang ramah, dan menjaga etika agar para wisatawan merasa nyaman dan menceritakan pengalaman positif mereka kepada orang lain.

Tidak kalah pentingnya adalah bagaimana masyarakat yang religius menjaga moralitas agar kunjungan para wisatawan tidak berdampak negatif pada kehidupan masyarakat di wilayah destinasi wisata yang mereka kunjungi. "Hal ini tercermin dalam istilah "Oya Zitebai-tebai mano" (Banyak hal yang ditidak dibenarkan atau diperbolehkan) yang menekankan pentingnya etika dan moral," kata Faigiziduhu Ndruru.

Dengan demikian, semangat Nias Pulau Impian adalah bagaimana kehidupan masyarakat dapat mencapai tingkat ideal dan optimal dalam mencapai kemajuan bersama. Substansi dari visi ini jauh lebih penting daripada sekedar pengertian kata-kata, karena substansi tersebut mencerminkan tujuan yang lebih besar yang terkandung di dalamnya.

Baca Juga: Tagline Nias Pulau Impian, Beesokhi Ndruru: Membangun Destinasi Wisata Terdepan di Indonesia

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini