Dalam peresmian tersebut, turut hadir Thomas Djiwandono serta keluarga para mantan Menteri Keuangan. Menkeu menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan sumbangan koleksi buku serta berbagai karya dari keluarga mantan Menteri Keuangan untuk melengkapi koleksi perpustakaan.
Sumbangan tersebut dinilai menjadi tambahan berharga dalam upaya merawat pengetahuan sekaligus mendokumentasikan sejarah perjalanan Kementerian Keuangan.
Menkeu menegaskan, keberadaan perpustakaan bukan hanya tentang mewarisi gedung, aset, maupun sistem yang dibangun oleh para pendahulu. Lebih dari itu, generasi penerus juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga pemikiran, nilai, dan warisan intelektual yang telah ditinggalkan.
“Pada akhirnya kita tidak hanya mewarisi gedung, kita tidak hanya mewarisi aset, dan tidak hanya mewarisi sistem dari para pendahulu, kita juga mewarisi pemikiran, mewarisi nilai, dan mewarisi yang paling penting, mewarisi tanggung jawab dari para pendahulu kita,” pungkas Menkeu.
Artikel Terkait
35 PKL Embong Blimbing Ditertibkan, Pedagang Tantang Pemkot: Penataan Jangan Mengorbankan Penghidupan Rakyat?
TTL Datangkan Alat Bongkar Muat Tenaga Listrik, Dorong Operasional Terminal yang Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan.
Penerimaan Pajak Ekonomi Digital Tembus Rp58,75 Triliun hingga September 2026
Lima Ratus Bendera PASTI Berkibar di Medan, Simbol Keyakinan PASTI Memperjuangkan Kesetaraan bagi Mereka yang Termarjinalkan dan Terdiskriminasi