Menurut Sarman, kegiatan memancing bersama keluarga besar bukan hanya sekadar untuk mempererat tali silaturahim, tetapi juga memiliki nilai filosofi yang dalam. Bagi Sarman, memancing adalah metafora dari kehidupan manusia. Terkadang, seseorang mendapatkan hasil yang melimpah, seperti saat memperoleh banyak ikan, namun ada kalanya juga mendapat hasil yang sedikit atau bahkan nihil.
Baca Juga: Jadilah Sponsor Nusantara Awards 2024 dan Nikmati Keuntungannya
Dia juga mengaku sesekali pergi berkaraoke bersama istri dan anak-anaknya untuk sekadar menyanyi lagu-lagu jadul (zaman dulu) milik Panbers, D’lloyd, Koes Ploes, juga Pance Pondaag.
"Intinya, kita harus menggunakan waktu sebaikbaiknya ketika libur akhir pekan supaya tidak stres dan tetap dekat dengan keluarga,” kata pria asli Batak penyuka menu ikan teri Medan ini.
Kisah perjalanan Sarman Simanjorang adalah bukti nyata bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Dengan tekad dan kerja keras, setiap kegagalan bisa menjadi batu loncatan menuju kesuksesan yang lebih besar. Selain itu, Sarman juga membawa pesan penting untuk selalu menghargai keluarga.
Artikel Terkait
Profil Taufan Teguh Akbari, Juri Nusantara Awards 2024
Profil Didiet Maulana: Dari Arsitektur hingga Jadi Maestro Kebaya dan Tenun Ikat Indonesia
Garuda Indonesia Hadirkan Kebudayaan Indonesia dalam Perjalanan Udara
Summarecon Agung Hadirkan Gafoy: Pusat Kuliner Baru dengan Konsep Gaya Hidup Kekinian
Mengenal Anthony Putihrai, Inspirasi Bagi Pengusaha Muda