NAWACITAPOST.COM - Kegagalan dalam mencari pekerjaan tidak selalu berarti akhir dari segalanya. Bagi Sarman Simanjorang, kegagalan tersebut justru membuka pintu kesempatan besar untuk memulai usaha sendiri.
Sarman, pria kelahiran Sumbul, Sumatera Utara, pada 14 Juni 1965 ini, memiliki kisah inspiratif tentang bagaimana ia berhasil meraih kesuksesan melalui perjalanan bisnisnya yang penuh perjuangan.
Pada tahun 1991, setelah gagal mendapatkan pekerjaan di berbagai perusahaan swasta dan Pegawai Negeri Sipil (PNS), Sarman memutuskan untuk memasuki dunia bisnis. Dia merintis bisnisnya di bidang advertising dengan membuka Welhesa Abadi Perkasa.
Baca Juga: Otoli Zebua: Nusantara Awards 2024, Penghargaan Budaya yang Dilindungi Hak Kekayaan Intelektual
Bisnis ini awalnya fokus pada layanan promosi, mulai dari acara ulang tahun Kota Jakarta hingga publikasi agenda sidang MPR pada masa Orde Baru. Namun, krisis moneter pada tahun 1998 mengguncang bisnis Welhesa.
Sarman terpaksa menutup salah satu produknya, bubuk kopi cap Rajawali. Namun, sekali lagi dia tidak menyerah!
Sarman, kemudian beralih ke berbagai bidang usaha lain seperti kontraktor dan supplier untuk bertahan. Keputusannya itu membuahkan hasil. Bahkan, perusahaannya tetap bertahan hingga kini.
Baca Juga: Pengusaha Antusias Jadi Sponsor Nusantara Awards 2024 untuk Perkuat Budaya Nusantara
Pada tahun 2012, PT Welhesa Abadi Perkasa mulai mengolah daging sapi menjadi bakso. Produk baksonya sukses ditawarkan kepada berbagai usaha kecil dan menengah (UKM) yang menjual bakso atau menggunakan bahan baku daging bakso. Meskipun tidak menjadi importir daging sapi secara langsung, Welhesa berhasil menjalin kemitraan yang kokoh dengan para UKM tersebut.
Meskipun sukses, bisnis Sarman tidak terlepas dari tantangan. Harga daging sapi yang fluktuatif dan isu campurannya dengan daging babi pernah membuat penjualan bakso menurun drastis. Namun, Sarman tetap optimis dan terus berinovasi untuk menjaga kelangsungan bisnisnya.
Selain bergerak di dunia bisnis, Sarman juga aktif di berbagai organisasi. Lulusan sarjana strata dua administrasi publik STIAMI ini menjabat sebagai Ketua Umum DPD Hippi DKI Jakarta, wakil ketua umum Kadin DKI Jakarta, ketua Komite Daging Jakarta Raya, anggota Dewan Pengupahan DKI Jakarta, wakil ketua umum MAI, dan ketua umum Forum CSR DKI Jakarta.
Baca Juga: Trisya Suherman: Nusantara Awards Tingkatkan Kepedulian pada Budaya Indonesia
Meskipun banyak peluang investasi di industri peternakan sapi, Sarman belum berencana untuk melakukannya karena membutuhkan modal besar dan proses yang kompleks. Namun, dia melihat potensi besar di Indonesia untuk industri peternakan sapi berskala besar.
Sarman Simanjorang tidak hanya dikenal sebagai pengusaha sukses dan aktif di berbagai organisasi, tetapi juga sebagai sosok yang sangat menghargai hubungan dengan keluarga. Di tengah kesibukannya, setiap dua atau tiga bulan sekali, Sarman selalu menyempatkan waktu untuk mengajak keluarga besarnya memancing di kolam pemancingan dekat rumahnya di kawasan Bintaro. Bahkan, tak jarang mereka juga pergi memancing hingga ke Pulau Seribu.
Artikel Terkait
Profil Taufan Teguh Akbari, Juri Nusantara Awards 2024
Profil Didiet Maulana: Dari Arsitektur hingga Jadi Maestro Kebaya dan Tenun Ikat Indonesia
Garuda Indonesia Hadirkan Kebudayaan Indonesia dalam Perjalanan Udara
Summarecon Agung Hadirkan Gafoy: Pusat Kuliner Baru dengan Konsep Gaya Hidup Kekinian
Mengenal Anthony Putihrai, Inspirasi Bagi Pengusaha Muda