Jumat, 3 Juli 2026

BI Sibolga Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah dan Digitalisasi di Kawasan Tapanuli Lewat PESTA

Photo Author
Yustinus, Nawacita Post
- Selasa, 12 Mei 2026 | 09:13 WIB
Kepala Perwakilan BI Sibolga Saat di PESTA Tapanuli
Kepala Perwakilan BI Sibolga Saat di PESTA Tapanuli

NAWACITAPOST.COM - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga (KPwBI Sibolga) bersama Pemerintah Kota Padangsidimpuan dan stakeholders terkait, sukses menyelenggarakan Pekan Ekonomi Syariah dan Digital Tapanuli (PESTA Tapanuli) Tahun 2026 yang berlangsung tanggal 8 – 10 Mei 2026 berpusat di Alaman Bolak, Kota Padangsidimpuan.

Kegiatan ini mengusung tema “Sinergi Ekonomi Syariah & Digitalisasi Daerah Guna Mendukung Akselerasi Pemulihan Ekonomi Regional” sebagai bagian dari upaya untuk mendorong akselerasi pemulihan ekonomi daerah paska bencana melalui penguatan ekosistem Ekonomi dan Keuangan Syariah (EKSyar) dan digitalisasi sistem pembayaran.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Riza Putera, dalam sambutannya menyatakan bahwa sejalan dengan tema PESTA Tapanuli 2026, kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk mendorong peran EKSyar dan ekonomi dan keuangan digital dalam mengakselerasi pemulihan ekonomi Masyarakat selama masa pemulihan bencana. Beliau menambahkan bahwa pengembangan EKSyar yang dilakukan oleh Bank Indonesia melalui 3 strategi utama, yaitu; (1) pemberdayaan ekonomi syariah, (2) pendalaman pasar keuangan syariah , serta (3) penguatan asesmen, riset, dan edukasi.

Baca Juga: Wabup Syafaruddin Poti : Haul Ke -115 Ini, Menjadi Ruang Mempererat Ukhuwah Islamiyah, Memperkokoh Silaturahmi Antar Umat

"Dalam implementasinya di daerah, KPwBI Sibolga senantiasa berupaya menjadi AIR, yaitu: Akselerator, Inisiator, dan Regulator bersinergi dengan Pemerintah Daerah, termasuk dengan Kota Padangsidimpuan".

Ungkapan tersebut senada dengan pernyataan Walikota Padangsidimpuan, Dr. H. Letnan Dalimunthe, S.K.M., M.Kes. bahwa pelaksanaan PESTA Tapanuli 2026 menjadi momentum yang sangat strategis untuk memperkuat posisi Kota Padangsidimpuan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi syariah di kawasan Tapanuli.

Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan forum edukasi dan literasi, tetapi juga membuka ruang kolaborasi nyata antara Pemerintah Daerah, pelaku UMKM, pondok pesantren, lembaga keuangan syariah, generasi muda, dan masyarakat luas.

Baca Juga: Pimpin Upacara, Pj. Sekda Nias Barat Tegaskan Prioritas Utama Pelayanan

Seremonial pembukaan PESTA Tapanuli Tahun 2026 ditandai dengan penandatanganan komitmen pembentukan 3 Desa Devisa komoditas Kopi dan Kemenyan antara KPwBI Sibolga dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), launching Program Strategis Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren (HEBITREN) Pantai Barat Sumatera (Gerakan WAKAFKITA, Gerakan HEBITREN IKHLAS, launching impactful program Air Berkah Indonesia, kick-off pembentukan Koperasi HEBITREN), serta peluncuran (launching) QRIS Pajak dan Retribusi Pemerintah Kota Padangsidimpuan sebagai upaya optimalisasi pendapatan daerah secara digital.

Selama pelaksanaan kegiatan PESTA Tapanuli, terdapat sejumlah capaian strategis yang menjadi akselerator pengembangan ekosistem EKSyar dan digitalisasi pembayaran di wilayah Tapanuli bagian Selatan, yaitu:
Coacning clinic pembiayaan bersama BSI dan Bank Sumut, dengan realisasi business matching pembiayaan syariah untuk UMKM sebesar Rp895 juta. Coaching cilinic fasilitasi perizinan bersama Dinas Perizinan, BPOM, dan Halal Center UIN Syahada. Coaching Cilinic TP2DD untuk pelayanan pembayaran pajak dan retribusi daerah, dengan realisasi penerimaan Pajak & Retribusi Kota Padangsidimpuan selama kegiatan sebesar Rp43 juta.

Pelaksanaan 13 perlombaan dari berbagai generasi.


Penyelenggaraan Pasar Murah berhasil menjual komoditas kontributor inflasi, antara lain: beras, minyak goreng, gula, cabai merah, dan aneka hortikultura.

Baca Juga: Langkah Awal Menuju Reintegrasi, Bapas Muara Teweh Terima dan Registrasi Klien Cuti Bersyarat dari Lapas Kelas IIB Muara Teweh

Jumlah UMKM yang berpartisipasi sebanyak 51 UMKM dan turut mendukung industri perhotelan dan pendukung pariwisata lainnya.
Total pengunjung sekaligus peserta kegiatan edukasi (kebanksentralan, CBP Rupiah, QRIS, Pelindungan Konsumen), sosialisasi, talkshow terkait EKSyar dan digitalisasi sistem pembayaran, Festival Kopi Tabagsel sebanyak lebih dari 10.700. Total penjualan seluruh booth UMKM selama pelaksanaan kegiatan mencapai sebesar Rp1.206.594.000,-.

Halaman:

Editor: Yustinus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini