NAWACITAPOST.COM - Organisasi nirlaba Barisan Pengkaji Pendidikan (Bajik) menyatakan bahwa Kurikulum Merdeka belum layak menjadi kurikulum nasional karena masih memiliki banyak kelemahan yang perlu diperbaiki.
Menurut Direktur Eksekutif Bajik, Dhitta Puti Sarasvati, Kurikulum Merdeka masih "compang camping" dan belum memiliki kerangka kurikulum yang jelas.
"Kurikulum Merdeka belum layak menjadi Kurikulum Resmi Nasional," kata Puti, Selasa (27/2/2024).
Baca Juga: Tiwul Sebagai Alternatif Makanan di Tengah Harga Beras Tinggi
Puti menekankan bahwa kurikulum resmi nasional harus memiliki filosofi pendidikan dan kerangka konseptual yang jelas, serta tertuang dalam naskah akademik. Namun, hingga saat ini, Kurikulum Merdeka belum memiliki naskah akademiknya.
"Tanpa adanya naskah akademik ini sulit untuk memahami apa yang menjadi dasar pemikiran dari Kurikulum Merdeka," ujarnya.
Puti juga menjelaskan bahwa kurikulum resmi biasanya terdiri atas beberapa komponen seperti filosofi kurikulum, tujuan kurikulum, prinsip-prinsip dasar kurikulum, kerangka kurikulum, dan bidang studi. Namun, beberapa komponen tersebut masih belum lengkap dalam Kurikulum Merdeka.
Baca Juga: APBN 2024 Catat Surplus Rp31,3 Triliun
"Karena itu, Kurikulum Merdeka harus dievaluasi secara menyeluruh sebelum diresmikan menjadi kurikulum nasional," tambahnya.
Puti menambahkan bahwa Kemendikbud Ristek sebaiknya tidak memaksakan Kurikulum Merdeka sebagai kurikulum nasional tanpa evaluasi menyeluruh dan penyempurnaan yang diperlukan.
"Kalau hanya sekadar digunakan, Kurikulum Merdeka bisa saja digunakan. Namun sebagai kurikulum resmi nasional, Kurikulum Merdeka perlu banyak penyempurnaan. Saya mendesak Kurikulum Merdeka dievaluasi secara total, diperbaiki," jelas Puti.
Baca Juga: Bulog Pastikan Cadangan Beras Cukup Untuk Kebutuhan Bulan Puasa Ramadhan dan Lebaran 2024
Sebelumnya, Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Nasional (BSKAP) Kemendikbud Ristek, Anindito Aditomo, menyatakan bahwa Kurikulum Merdeka akan menjadi kurikulum nasional pada 2024.
Artikel Terkait
Melalui Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar, Kemendikbudristek Dorong Kemerdekaan Proses Belajar
Kurikulum Merdeka Tumbuh Kembangkan Minat Baca Anak
3 Universitas Tertua di Jogja, Nomor Satu Bukan UGM!
Tragedi Memilukan: Mahasiswi Universitas Sriwijaya Tewas dalam Aksi Begal Motor di Jembatan Tanjung Senai
Universitas Pancasila Berikan Jaminan Perlindungan Bagi Korban Pelecehan Seksual