NAWACITAPOST.COM — Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, melakukan kunjungan kerja strategis ke fasilitas Rice Milling Unit (RMU) milik PT Sri Tani Berkah di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya intensif BULOG untuk memastikan kelancaran rantai pasok pangan nasional, khususnya di wilayah lumbung pangan Sulawesi.
Memastikan Kualitas Program Bantuan Pangan dan SPHP
Fokus utama peninjauan ini adalah melihat langsung operasional mitra makloon BULOG yang memegang peranan vital dalam memproduksi beras untuk dua program prioritas pemerintah:
Baca Juga: Menag Serukan Green Jihad, Zakat dan Wakaf Kini Diarahkan untuk Transisi Energi Bersih
- Program Bantuan Pangan (Banpang): Penyaluran beras bagi keluarga penerima manfaat guna menjaga jaring pengaman sosial.
- Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP): Intervensi pasar untuk menjaga keterjangkauan harga beras di tingkat konsumen.
Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Rizal Ramdhani didampingi oleh jajaran pejabat penting, antara lain:
- Fahrurozi (Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Sulselbar)
- Faris Sudirman (Pemimpin Kantor Cabang Makassar)
- Letkol Inf Agung Yuhono (Dandim 1422/Maros)
- Manajemen PT Sri Tani Berkah.
Dorongan Inovasi: Mengubah Limbah Menjadi Nilai Tambah
Di sela-sela peninjauan mesin penggilingan, Ahmad Rizal menekankan pentingnya modernisasi sektor perberasan yang tidak hanya terpaku pada kuantitas produksi, tetapi juga efisiensi pengolahan limbah. Ia menyoroti potensi sekam padi yang selama ini sering dianggap sebagai limbah tak bernilai.
"BULOG mendorong pemanfaatan teknologi agar seluruh hasil samping dari proses penggilingan padi dapat dimanfaatkan secara optimal. Sekam padi yang selama ini sering terbuang dapat diolah menjadi arang sekam atau produk turunan lainnya yang memiliki nilai ekonomi," tegas Ahmad Rizal.
Inovasi ini dinilai strategis karena:
- Peningkatan Pendapatan: Memberikan extra income bagi petani dan pengelola penggilingan.
- Pertanian Berkelanjutan: Mendukung konsep zero waste dalam industri pengolahan padi.
- Efisiensi Industri: Mengurangi biaya penanganan limbah di area RMU.
Sulawesi Selatan Sebagai Pionir Inovasi
Dirut BULOG berharap wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) dapat menjadi pionir dalam implementasi teknologi pengolahan sekam ini.
Mengingat status wilayah ini sebagai salah satu produsen padi terbesar di Indonesia, volume sekam yang dihasilkan sangat melimpah dan siap untuk dikonversi menjadi komoditas bernilai tinggi.
"Langkah awal pengembangan inovasi ini diharapkan dimulai dari sini (Sulselbar). Jika ini berhasil, kita tidak hanya mengamankan stok beras, tapi juga menciptakan ekosistem industri padi yang jauh lebih efisien dan menguntungkan bagi semua pihak," tutupnya.
Informasi Terkait Target dan Tujuan Program BULOG:
Artikel Terkait
Konflik Timur Tengah Memanas, Kemenimipas Terbitkan Izin Tinggal Keadaan Terpaksa bagi WNA Terdampak
Tanpa Ijazah dan Keahlian, Inilah 5 Sektor Jalur Cepat Menghasilkan Uang di Indonesia
Ketua DPRD Kota Bekasi Kawal Perencanaan Strategis Diskopukm TA 2027
Perkuat Kepercayaan Publik, Diskominfo Depok Didorong Sajikan Informasi Berbasis Data dan Riset
Jaga Daya Beli Saat Ramadan, Wali Kota Bekasi Resmikan Pasar Murah Bersubsidi 2026