Sabtu, 18 Juli 2026

Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Dirut BULOG Tinjau Produksi Beras di Maros

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Kamis, 5 Maret 2026 | 17:14 WIB
Ilustrasi Dirut BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani Tinjau Produksi Beras di Maros (Ai)
Ilustrasi Dirut BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani Tinjau Produksi Beras di Maros (Ai)

NAWACITAPOST.COMDirektur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, melakukan kunjungan kerja strategis ke fasilitas Rice Milling Unit (RMU) milik PT Sri Tani Berkah di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya intensif BULOG untuk memastikan kelancaran rantai pasok pangan nasional, khususnya di wilayah lumbung pangan Sulawesi.

Memastikan Kualitas Program Bantuan Pangan dan SPHP

​Fokus utama peninjauan ini adalah melihat langsung operasional mitra makloon BULOG yang memegang peranan vital dalam memproduksi beras untuk dua program prioritas pemerintah:

Baca Juga: Menag Serukan Green Jihad, Zakat dan Wakaf Kini Diarahkan untuk Transisi Energi Bersih

  1. Program Bantuan Pangan (Banpang): Penyaluran beras bagi keluarga penerima manfaat guna menjaga jaring pengaman sosial.
  2. Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP): Intervensi pasar untuk menjaga keterjangkauan harga beras di tingkat konsumen.

Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Rizal Ramdhani didampingi oleh jajaran pejabat penting, antara lain:

  • ​Fahrurozi (Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Sulselbar)
  • Faris Sudirman (Pemimpin Kantor Cabang Makassar)
  • Letkol Inf Agung Yuhono (Dandim 1422/Maros)
  • Manajemen PT Sri Tani Berkah.

Dorongan Inovasi: Mengubah Limbah Menjadi Nilai Tambah

​Di sela-sela peninjauan mesin penggilingan, Ahmad Rizal menekankan pentingnya modernisasi sektor perberasan yang tidak hanya terpaku pada kuantitas produksi, tetapi juga efisiensi pengolahan limbah. Ia menyoroti potensi sekam padi yang selama ini sering dianggap sebagai limbah tak bernilai.

​"BULOG mendorong pemanfaatan teknologi agar seluruh hasil samping dari proses penggilingan padi dapat dimanfaatkan secara optimal. Sekam padi yang selama ini sering terbuang dapat diolah menjadi arang sekam atau produk turunan lainnya yang memiliki nilai ekonomi," tegas Ahmad Rizal.

Baca Juga: Refleksi Satu Tahun Jakarta: Meletakkan Fondasi, Memulihkan Harapan di Bawah Kepemimpinan Pramono-Rano

Inovasi ini dinilai strategis karena:

  • Peningkatan Pendapatan: Memberikan extra income bagi petani dan pengelola penggilingan.
  • Pertanian Berkelanjutan: Mendukung konsep zero waste dalam industri pengolahan padi.
  • Efisiensi Industri: Mengurangi biaya penanganan limbah di area RMU.

Sulawesi Selatan Sebagai Pionir Inovasi

​Dirut BULOG berharap wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) dapat menjadi pionir dalam implementasi teknologi pengolahan sekam ini.

Mengingat status wilayah ini sebagai salah satu produsen padi terbesar di Indonesia, volume sekam yang dihasilkan sangat melimpah dan siap untuk dikonversi menjadi komoditas bernilai tinggi.

​"Langkah awal pengembangan inovasi ini diharapkan dimulai dari sini (Sulselbar). Jika ini berhasil, kita tidak hanya mengamankan stok beras, tapi juga menciptakan ekosistem industri padi yang jauh lebih efisien dan menguntungkan bagi semua pihak," tutupnya.

Baca Juga: Akselerasi Transformasi Digital 2027, Diskominfostandi Kota Bekasi Tajamkan Strategi SPBE dan Keamanan Informasi

​Informasi Terkait Target dan Tujuan Program BULOG:

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini