NAWACITAPOST.COM - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) mengeluarkan pernyataan terkait penyelenggaraan Pemilu 2024 yang berlangsung pada Rabu, 14 Februari 2024. Mereka menyoroti indikasi kecurangan Pemilu 2024 yang mereka sebut terstruktur, masif, dan sistematis (TSM).
Melalui akun Instagram resmi @bemui_official pada Rabu (21/2/2024), BEM UI menuliskan, kecurangan Pemilu 2024: Terstruktur, Masif, dan Sistematis!
Selama kurang lebih 5 bulan Pemilu 2024 dilaksanakan sejak bulan Oktober yang dimulai dengan masa pencalonan, Pemilu 2024 telah usai dengan dilaksanakannya hari pemungutan suara pada 14 Februari 2024. Selama masa itu pula, banyak indikasi kecurangan yang terjadi, mulai dari masa pencalonan, kampanye, hingga pemungutan dan perhitungan suara.
"Oleh karena itu, BEM UI 2024 berharap adanya tindakan tegas kepada mereka yang mengotori pesta demokrasi kedaulatan rakyat," tegasnya , dikutip Kamis (22/2/2024).
BEM UI menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut. Mereka menilai bahwa Pemilu yang seharusnya menjadi contoh kedaulatan rakyat malah berubah menjadi ajang kecurangan oleh elit politik.
"Sangatlah menyedihkan ketika pesta demokrasi yang seharusnya menjadi bukti adanya kedaulatan rakyat, ternyata hanya menjadi arena pertarungan para elite untuk mengadu kecurangan," jelasnya.
Baca Juga: Saham BRIS Diproyeksikan Tembus Rp2.700
BEM UI juga menegaskan bahwa pemilu yang dipenuhi dengan kecurangan akan merusak legitimasi dan kualitas pemimpin selanjutnya. Oleh karena itu, mereka berharap adanya tindakan tegas terhadap pelaku kecurangan dalam pesta demokrasi tersebut.
Pernyataan Sikap BEM UI
Berikut pernyataan sikap BEM UI secara lengkap:
Kecurangan Pemilu 2024: Terstruktur, Masif, dan Sistematis!
Halo, UI dan Indonesia! Selama kurang lebih 5 bulan Pemilu 2024 dilaksanakan sejak bulan Oktober yang dimulai dengan masa pencalonan, Pemilu 2024 telah usai dengan dilaksanakannya hari pemungutan suara pada 14 Februari 2024. Selama masa itu pula, banyak indikasi kecurangan yang terjadi, mulai dari masa pencalonan, kampanye, hingga pemungutan dan perhitungan suara.
Sangatlah menyedihkan ketika pesta demokrasi yang seharusnya menjadi bukti adanya kedaulatan rakyat, ternyata hanya menjadi arena pertarungan para elit untuk mengadu “kecurangan.” Pemilu yang dipenuhi dengan kecurangan akan mendegradasi legitimasi dan kualitas pemimpin selanjutnya. Untuk membentuk pemerintahan yang baik, tentu diperlukan pula proses yang baik.
Oleh karena itu, BEM UI 2024 berharap adanya tindakan tegas kepada mereka yang mengotori pesta demokrasi kedaulatan rakyat.
Artikel Terkait
Prof Siti Zuhro: Ketua KPU Hasyim Asy‘ari Harus Mundur atau Dipecat
Jimly Asshiddiqie: Gugatan Anwar Usman di PTUN, Bikin Runyam!
KPU Harus Bertanggung Jawab atas Tragedi Kematian Petugas KPPS
Kesalahan dalam Sistem Informasi Rekapitulasi KPU Tidak Bisa Ditolerir
Sirekap KPU Dinilai Tidak Layak sebagai Alat Bantu Hitung Suara Pemilu 2024