Neti Hernawati, aktivis 98 dan mantan Ketua Teater Tonggak LSMI HMI Cabang Ciputat, menekankan pentingnya mengawal penyelenggaraan pemilu yang jujur dan transparan. Ia juga mendesak untuk menghentikan penggunaan aplikasi Sirekap yang dianggap menyesatkan.
Baca Juga: FX Rudy Blak-blakan Ungkap Penyebab PDIP Masih Unggul tapi Ganjar-Mahfud Anjlok
Dinda Syariyuniska, akademisi dan aktivis perempuan dalam pergerakan 98, mengajak seluruh civitas akademika untuk lebih tajam menyoroti kecurangan dalam pemilu 2024. "Sebagai kaum intelektual harus lebih tegas atau akan kembali dibungkam seperti era orde baru dulu," katanya.
Lamadi De Lamato, aktivis asal Papua, mengingatkan para aktivis untuk tidak hanya memikirkan kepentingan sesaat yang dapat merugikan bangsa. "Hanya karena mencari 'aman', jangan sampai kekritisan hilang. Kekuasaan harus tetap dikontrol," ujarnya.
Yudi Ali Akbar, mantan Ketua Umum HMI cabang Ciputat, menyatakan penolakan terhadap hasil penghitungan suara yang dinilai tidak sesuai dengan yang tertera pada Situng di KPU. Ia mendesak untuk melakukan penghitungan ulang secara terbuka dan transparan.
Baca Juga: Deretan Film Pilihan Bioskop Online untuk Meriahkan Imlek, Valentine, dan Pemilu 2024
Mereka semua sepakat bahwa kecurangan dalam pemilu 2024 tidak boleh dibiarkan. Kecurangan tersebut akan membuat hilangnya kepercayaan dan dukungan masyarakat terhadap pemerintahan yang terbentuk.
Artikel Terkait
Mahfud MD Bantah Keretakan Hubungannya dengan Ganjar dan PDIP
Ganjar Pranowo dan Istri Bertemu Seniman Yogya, Apresiasi Dukungan Selama Kampanye
Ganjar Mahfud Menangi Pilpres di Swedia dan Latvia
Mahfud Md Bahas Pembentukan Tim Hukum untuk Perkara Pemilu
Todung Mulya Lubis dan Henry Yosodiningrat Pimpin Tim Hukum Ganjar-Mahfud Hadapi Kecurangan Pemilu 2024