NAWACITAPOST.COM - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan wilayah pantai dan nelayan merupakan kawasan penyumbang kemiskinan yang cukup tinggi. Karena itu, pemerintah terus melakukan upaya peningkatan kesejahteraan nelayan.
Hal tersebut disampaikan Menko PMK dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Revitalisasi Pelabuhan Nusantara Brondong dan Paciran, yang diselenggarakan di Kantor Kemenko PMK, pada Selasa (30/01/2024).
"Kenapa ini Menko PMK yang koordinasikan masalah nelayan? karena ini intinya masalah kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan. Jadi wilayah-wilayah pantai sumbangan kemiskinan rata-rata di atas 50 persen," ujar Menko PMK.
Baca Juga: Perkuat Perairan Internal, Menko PMK Ungkap Langkah untuk Wujudkan Cita-cita Poros Maritim Dunia
Dalam kesempatan itu hadir Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Pemda Provinsi Jawa Timur, Pemda Kab. Lamongan, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), serta perwakilan Kementerian/Lembaga lainnya.
Muhadjir menyampaikan, bahwa salah satu pusat perikanan terbesar di Pulau Jawa adalah di Pelabuhan Kecamatan Brondong dan Paciran, di Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur.
Terdapat beberapa persoalan di sekitar Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong dan Paciran yaitu Peningkatan kesejahteraan nelayan (peningkatan operasionalisasi kerja para nelayan dan menjaga kualitas ikan hasil tangkapan), dan belum terlaksananya pengerukan lumpur di kolam tambat labuh Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN).
Baca Juga: Menko PMK Dorong Perguruan Tinggi Siapkan SDM Berkualitas
Pemerintah berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dengan meningkatkan operasional kerja para nelayan dan menjaga kualitas ikan hasil tangkapan. Untuk menjaga kualitas hasil tangkapan, maka pemerintah akan mengadakan cold storage dan pabrik es.
Berdasarkan paparan Menteri KKP bahwa saat ini di kawasan Brondong dan Paciran sudah ada cold strorage kapasitas 600 ton dan pabrik es 100 ton.
"Mohon Menteri Kelautan dan Perikanan untuk segera melakukan evaluasi dan membangun, menambah ketersediaan cold storage di kawasan pelabuhan. Prioritaskan juga untuk pembangunan pabrik es," ujar Menko PMK.
Baca Juga: Menko PMK: Kesejahteraan Nelayan Mutlak, Jangan Sampai Jatuh Miskin
Saat ini, di Pelabuhan Brondong masih banyak nelayan menggunakan cantrang. Hal ini menjadi persoalan karena kurang ramah lingkungan dan dari sisi kualitas ikan sulit terjaga. Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melakukan sosialisasi supaya tidak menggunakan cantrang dan menjemput bola untuk perijinan.
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono memberikan pendapat bahwa penanganan nelayan cantrang harus segera dilakukan. Saat ini terdapat 5 kapal sitaan atas nelayan yang melanggar batas dan bisa disumbangkan kepada nelayan di Brondong dan masih, ada beberapa kasus kapal sitaan yang masih masuk persidangan nantinya dapat disumbangkan ke Nelayan.
Artikel Terkait
Kemenko PMK Raih Penghargaan Kategori Kementerian dan Lembaga Pendukung Pelaksanaan RB Tematik Tahun 2023
Deputi Kemenko PMK Ajak Persekutuan Gereja Sumatera Utara Tangani Kemiskinan Ekstrem dan Stunting
Kemenko PMK Dorong Peningkatan Kesejahteraan Sosial bagi Penyandang Disabilitas
Deputi Kemenko PMK Ajak Kolaborasi Lembaga Beasiswa untuk Wadah Penguatan Pendidikan dan SDM Indonesia
Deputi Kemenko PMK: Pelatihan Vokasi Menjadi Salah Satu Jawaban dalam Pengurangan Angka Pengangguran