Kampung ini dikenal dengan rumah adat Mbaru Gendang, yang memiliki atap dari ijuk. Dua rumah Mbaru Gendang kokoh berdiri sebagai ikon pariwisata budaya di Kabupaten Manggarai.
Terletak di pegunungan, kampung ini menawarkan pemandangan alam yang indah dan sejuk. Pepohonan rindang mengelilingi kampung, memberikan nuansa tenang dan nyaman.
Baca Juga: Profil Ricky Surya Prakasa: Inspirasi Pebisnis Muda yang Angkat Budaya Indonesia ke Panggung Global
Di tengah kampung, terdapat compang (Mezbah Altar) sebagai tempat peletakan persembahan saat upacara adat. Hal ini menunjukkan keberlanjutan tradisi dan kepercayaan masyarakat setempat.
Kampung Ruteng Pu'u dikelilingi oleh tiga sumber air, yaitu Wae Lideng, Wae Moro, dan Wae Namut. Keberadaan sumber-sumber air ini menjadi simbol kehidupan dan kelangsungan masyarakat.
Kampung Adat Ruteng Pu'u berjarak sekitar 4 km dari pusat kota Ruteng, dengan waktu tempuh sekitar 10 menit menggunakan motor atau mobil. Wisatawan juga dapat menggunakan bemo atau ojek sebagai transportasi umum.
Baca Juga: OTT KPK: Tiga ASN dan Satu Pegawai Bank di Sidoarjo Diamankan, Ruangan Kantor Pajak Disegel
Biaya masuk bagi wisatawan adalah Rp. 5.000,00 untuk wisatawan dalam negeri dan Rp. 20.000,00 untuk wisatawan mancanegara. Dana tersebut digunakan untuk mendukung pengelolaan kampung adat dan pelestarian budaya.
Artikel Terkait
TPM Ganjar-Mahfud Merumput di Kabupaten Tangerang: Mempererat Koneksi dengan Anak Muda
Misteri Pertemuan Ganjar-Mahfud di KWI: Bagian dari Rencana Tuhan
Presiden Berkampanye dan Memihak, TPN Ganjar-Mahfud Optimistis Menang Satu Putaran
Heboh Hilangnya Nama Mahfud MD di X/Twitter, Tim Ganjar Desak Elon Musk Berikan Penjelasan
Toleransi dan Merakyat: Ganjar Pranowo Bermalam di Rumah Warga Tionghoa