Kamis, 4 Juni 2026

Dinilai Krisis Ideologi Pancasila, GAMKI Soroti Kasus Intoleransi dan Persekusi Anak

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Selasa, 5 Agustus 2025 | 19:38 WIB
Sahat MP Sinurat Ketum GAMKI . Agustinus Sirait , Pdt Jahenos Saragih Pegiat Toleransi,  dan Pendeta Nadia Manuputty saat diskusi (Istimewa)
Sahat MP Sinurat Ketum GAMKI . Agustinus Sirait , Pdt Jahenos Saragih Pegiat Toleransi, dan Pendeta Nadia Manuputty saat diskusi (Istimewa)

Baca Juga: Lapas Kelas IIB Amuntai Hadiri Kegiatan Forkom P4GN Tahap II yang Digelar oleh BNN Kabupaten HSU

Untuk itu, GAMKI menegaskan, diskusi ini bukan soal toleransi sebagai wacana. Tapi sebagai keberanian untuk melindungi anak dari tirani tafsir, dari fanatisme buta, dan dari ideologi yang membunuh masa depan.

"Kita tidak sedang berteriak toleransi. Kita sedang menyelamatkan kemanusiaan yang paling dasar yaitu hak anak untuk hidup, belajar, dan tumbuh tanpa rasa takut menjadi dirinya sendiri," tandas Nadia.

Di akhir diskusi, Sahat Sinurat menegaskan, komitmen GAMKI untuk menyuarakan perhatian pemerintah terhadap penyelesaian kasus-kasus intoleransi dan persekusi anak berbasis agama.

"Satu kasus intoleransi dan persekusi anak masih terlalu banyak. Kita tegaskan, Indonesia harus bebas dari intoleransi, bebas dari persekusi anak. Zero Intolerance, Zero Persecution," tutupnya.(***)

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini