"Harapan kami untuk parkir TJU supaya ada titik temu, formulanya bagaimana selain QRIS, voucher, maupun virtual account," paparnya.
Baca Juga: Bartender Cruz Lounge Hotel Vasa Surabaya Jadi Tersangka Kasus Mihol Beracun
Selain penerapan pembayaran melalui QRIS, Dishub juga merencanakan formulir lain seperti voucher atau parkir berlangganan. Jeane menyatakan telah menghitung potensi pendapatan parkir melalui kedua formula tersebut.
"Kami sudah hitung potensinya, kami buat virtual account. Intinya tidak ada fisik, untuk parkir berlangganan kami hitung kapasitasnya, turn over per hari berapa, dikali satu bulan. Nanti jadi parkir berlangganan dan itu pembayaran dengan virtual account," ungkapnya.
Dishub telah beberapa kali melaksanakan program optimalisasi retribusi parkir mulai September hingga November 2023. Langkah ini diharapkan dapat mencegah kebocoran PAD dari retribusi parkir.
Baca Juga: Realisasi Program Dandan Omah Surabaya Melampaui Target, Capai 3.909 Unit hingga Akhir 2023
"Kalau (mencegah) kebocoran PAD kami butuh proses, solusi kepada masyarakat bahkan ke pegawai di pemkot mungkin untuk mengubah kebiasaan dari (pembayaran) tunai ke non-tunai tidak mudah," tandas Jeane.
(BNW)
Artikel Terkait
Paul Munster Pimpin Latihan Perdana Persebaya Surabaya di Lapangan Thor
Komisi B DPRD Surabaya Dorong Peningkatan PAD di Tahun 2024
Bartender Cruz Lounge Hotel Vasa Surabaya Jadi Tersangka Kasus Mihol Beracun
Caleg Gerindra Dapil 4 Surabaya, R. Hariadi Nugroho sebut Setiap Kampung Wajib punya Ikon Ekonomi
Perdana! Pemkot Surabaya Salurkan BLT Permakanan Rp200 Ribu di Pabean Cantian
Dinsos Surabaya Jemput Bola Salurkan BLT Permakanan untuk KPM yang Sakit
BLT Permakanan Surabaya 2024, Anggaran APBD Sasar 8.310 Penerima
Minat Aktivasi IKD di Surabaya masih Rendah, Dispendukcapil Minta Institusi Aktif Gunakan KTP Digital
Program KTP SAKTI Ganjar-Mahfud disambut hangat Warga Nelayan Bulak Surabaya
Nobar Debat, Kader PDIP Surabaya sembari Sosialisasi KTP SAKTI Ganjar-Mahfud