Kamis, 4 Juni 2026

Perusahaan 'Orang Dalam' yang Disebut Anies dalam Debat Capres, Berikut Profil PT TMI

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Rabu, 10 Januari 2024 | 06:00 WIB
PT. TEKNOLOGI MILITER INDONESIA Ratu Prabu 1 Building, 1st Floor Jl. Letjen T.B. Simatupang Kav. 20 Cilandak – Jakarta 12560 INDONESIA (Nawi)
PT. TEKNOLOGI MILITER INDONESIA Ratu Prabu 1 Building, 1st Floor Jl. Letjen T.B. Simatupang Kav. 20 Cilandak – Jakarta 12560 INDONESIA (Nawi)

NAWACITAPOST.COM - PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) menjadi sorotan setelah disebut oleh Calon Presiden Anies Baswedan sebagai perusahaan "Orang Dalam" terkait pengadaan alutsista di Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Berikut adalah profil singkat perusahaan yang disebut terlibat dalam pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia.

1. Pendirian dan Status Perusahaan

Baca Juga: Debat Capres Ketiga, Pengamat: Ganjar Tampilkan Performa Terbaik dibanding Pesaingnya

PT TMI didirikan pada 14 Agustus 2020, sebagai perusahaan swasta nasional dengan status perseroan tertutup. Perusahaan ini menjadi platform strategis dalam akuisisi teknologi inovatif untuk meningkatkan sektor pertahanan dan keamanan nasional.

2. Lingkup Bisnis

PT TMI memiliki lingkup bisnis yang mencakup industri pengolahan, industri pesawat terbang dan perlengkapannya, reparasi pemasangan mesin dan peralatan, hingga reparasi produk logam pabrikasi, mesin, dan peralatan.

Baca Juga: Fokus pada Monetisasi Infrastruktur dan Pertumbuhan Ekonomi, Ganjar Disebut Sebagai Jokowi 3.0

Selain itu, perusahaan ini juga terlibat dalam instalasi sistem kelistrikan, air (pipa) dan instalasi konstruksi lainnya, komunikasi jaringan irigasi, komunikasi dan limbah, hingga konstruksi telekomunikasi navigasi udara.

3. Pendiri dan Pemegang Saham PT TMI dibentuk oleh Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan, yang sebelumnya dikenal sebagai Yayasan Kesejahteraan Pendidikan dan Perumahan (YKPP) di bawah Kemenhan.

Modal awal perusahaan mencapai Rp 50 miliar, dengan harga saham per lembar sebesar Rp 1.000.000. YKPP memegang 10 lembar saham, sedangkan sisanya, sebanyak 49.990 lembar saham, dikuasai oleh YKPP.

4. Keterlibatan dalam Pengadaan Alutsista Dugaan keterlibatan PT TMI dalam pengadaan alutsista TNI pertama kali mencuat setelah pengamat militer Connie Rahakundini menyampaikan ketidakwajaran dengan keberadaan perusahaan tersebut di lingkungan Kemenhan.

Baca Juga: Debat Memanas: Ganjar Tantang Prabowo jelaskan Keakuratan Data Kemenhan

Dugaan ini muncul seiring dengan tersebarnya dokumen Rancangan Peraturan Presiden (Raperpres) tentang Pemenuhan Kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia Tahun 2020-2024.

Halaman:

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini