Jumat, 5 Juni 2026

Anies Soroti kinerja Menhan Prabowo soal Alutsista Bekas: Anggaran Tidak Efisien

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Senin, 8 Januari 2024 | 06:20 WIB
Foto: Bacapres Prabowo dan Anies Baswedan dalam debat ketiga yang digelar di Istora Senayan, kompleks Gelora Bung Karno pada Minggu (7/1/2024) (Nawi)
Foto: Bacapres Prabowo dan Anies Baswedan dalam debat ketiga yang digelar di Istora Senayan, kompleks Gelora Bung Karno pada Minggu (7/1/2024) (Nawi)

NAWACITAPOST.COM - Calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, memberikan sorotan tajam terhadap kinerja Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto, yang menjadi rivalnya dalam pemilihan presiden.

Dalam Debat Ketiga Capres Pemilu 2024 pada Minggu malam, 7 Januari 2024, Anies menyatakan bahwa Kementerian Pertahanan di bawah kepemimpinan Prabowo mengalami berbagai kendala, termasuk serangan siber yang melibatkan lebih dari 800 juta serangan.

Anies menyoroti fakta bahwa lebih dari 160 ribu orang meninggal bukan karena serangan militer, melainkan akibat serangan virus, sementara sejumlah besar anak menjadi korban perdagangan dan terpapar narkoba.

Baca Juga: Debat Capres Kedua Akan Digelar Hari Ini, Simak 11 Hasil Survei Terbaru Pilpres 2024

“Lebih dari 160 ribu orang meninggal bukan karena serangan militer tapi justru terkena serangan virus, handphone dan computer kita diserang oleh 800 juta siber attack, 3.000 anak menjadi korban perdagangan, 4,8 juta terpapar narkoba. Termasuk pencurian ikan dan pasir. Ini menandakan kita kebobolan,” ungkap Eks Gubernur DKI Jakarta itu.

Menurutnya, situasi ini menunjukkan kelemahan dalam pertahanan dan keamanan nasional.

Dalam konteks ini, Anies mengkritik penggunaan anggaran Kementerian Pertahanan yang mencapai Rp700 triliun. Ia menyebut bahwa dana tersebut seharusnya digunakan untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, bukan untuk membeli alutsista bekas.

Baca Juga: Jokowi dan Prabowo Terang-terangan Makan Malam, Said Didu: Sengaja dibocorkan!

Anies menilai bahwa langkah tersebut tidak efisien, terutama saat lebih dari separuh anggota tentara tidak memiliki rumah.

“Rp700 triliun anggaran Kementerian Pertahanan tidak bisa mengembalikan itu. Justru digunakan untuk membeli alutsista bekas disaat lebih dari separuh tentara kita tidak memiliki rumah. Sementera menterinya punya lebih dari 340 hektare tanah di negeri ini,” bebernya.

Lebih lanjut, Anies menyoroti kejadian ironis di mana Kementerian Pertahanan sendiri menjadi korban serangan hacker pada tahun 2023. Ia menyebut hal ini sebagai ironi yang perlu diperbaiki jika dirinya dan pasangannya terpilih sebagai Presiden RI.

Baca Juga: Profil singkat Thomas Trikasih Lembong, Ekonom Senior yang saat ini menjadi Timnas Amin

Dalam visi dan misinya, Anies menekankan perlunya mengembalikan posisi Indonesia sebagai pelaku utama dalam konstelasi global. Ia ingin Indonesia menjadi penentu arah perdamaian dan kemakmuran bagi seluruh bangsa di tingkat global dan regional.

Anies juga mengusulkan bahwa industri film, kuliner, dan diaspora menjadi fenomena dunia yang memberikan kontribusi positif bagi citra Indonesia di kancah internasional.

Halaman:

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini