Sementara itu, Kalimantan Selatan membawa air dan tanah dari bekas kediaman ulama terpandang Zainal Ilmi dan Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari.
Baca Juga: Lucinta Luna Nangis Usai Nonton Film Siksa Neraka, Ngaku Akan Taubat
Sulawesi Tenggara menyajikan tanah dan air dari situs bersejarah Kesultanan Buton di Baubau, sedangkan Jawa Timur melakukan hal serupa dari situs-situs bekas Kerajaan Majapahit.
Seluruh seremoni ini menjadi simbol keragaman budaya, sejarah, dan identitas nasional yang diakui dan dihargai oleh pemerintah dalam upaya menciptakan ibu kota baru yang merepresentasikan keberagaman Indonesia.
Pemindahan ibu kota menjadi momentum untuk merajut kembali kisah-kisah regional dan membangun fondasi bagi masa depan yang inklusif, berdampingan dengan cita-cita bersama untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa.
Artikel Terkait
Transformasi Strategis: Pemindahan Ibu Kota Negera Indonesia ke Kalimantan Timur, Ini Beberapa Pertimbangannya
Daftar Nama Pemain Film Diwe: Hutan Larangan yang Tayang Besok
Lucinta Luna Nangis Usai Nonton Film Siksa Neraka, Ngaku Akan Taubat
5 Destinasi Wisata di Karanganyar Terkenal, Cepetan Nikmati Pesona Keindahannya
Beli LPG 3kg harus setor KTP! Berikut Enam Kebijakan Pemerintah Mulai Januari 2024