Kamis, 4 Juni 2026

iPhone Hilang dalam Penerbangan, Awak Garuda Dibebastugaskan Sementara

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Selasa, 10 Juni 2025 | 13:50 WIB
Gara-gara iPhone, awak Garuda dibebastugaskan sementara.   (X)
Gara-gara iPhone, awak Garuda dibebastugaskan sementara. (X)

NAWACITAPOST.COM - Insiden kehilangan ponsel dialami oleh seorang penumpang Garuda Indonesia dalam penerbangan GA716 rute Jakarta–Melbourne pada Jumat, 6 Juni 2025. Michael Tjendara, penumpang yang bersangkutan, membagikan kronologi kejadian ini melalui akun Instagram-nya, @michaeltjendara.

Menurut penuturannya, iPhone miliknya ia simpan di kantong kursi 30D saat pesawat baru lepas landas. Ia kemudian berpindah ke kursi 32E untuk beristirahat selama penerbangan. Namun setelah tiba di Bandara Melbourne pukul 10.55 waktu setempat, ponsel tersebut tidak lagi ditemukan.

Michael langsung melapor ke awak kabin, tetapi karena penumpang sudah diperbolehkan turun, pencarian di kabin tidak dapat dilakukan. Ia kemudian melacak perangkatnya menggunakan fitur Find My iPhone. Dari pelacakan tersebut, ponsel sempat terdeteksi di Terminal 2 Bandara Melbourne pada pukul 11.26 hingga 11.48.

Setelah membuat laporan ke kantor Garuda Indonesia di bandara dan bertemu station manager bernama Samuel, ia juga melapor ke bagian Lost and Found. Namun pada pukul 13.02, lokasi ponselnya kembali berubah, kini berada di Hotel Mercure Southbank.

Baca Juga: 10 Kementerian Penerima Anggaran Terbesar Tahun 2026, BGN Bakal Dapat Lebih dari Rp200 Triliun

Michael menuju hotel bersama keluarganya dan sopir. Pihak hotel, menurutnya, menyatakan hanya ada kru Garuda GA716 yang menginap di sana. "Tidak ada penumpang lain," tulisnya.

Ia menghubungi Samuel dan General Manager Garuda Melbourne, Ridho, yang kemudian datang ke hotel. Beberapa kamar kru diperiksa, namun Michael menyebut tidak seluruh kamar sempat diperiksa. "Pukul 15.54, ponsel masih terdeteksi berada di dalam hotel," tulisnya.

Sekitar pukul 16.00, kru meninggalkan hotel. Tak lama setelah itu, lokasi ponsel berubah ke tepian Sungai Yarra, sekitar 100 meter dari hotel. Pencarian dilakukan bersama Samuel dan Ridho hingga ke tempat sampah, semak, dan gorong-gorong.

"Pukul 17.23, ponsel masih terlacak di tepi sungai," ujarnya lagi. Namun menjelang malam, pada pukul 19.33, perangkat terakhir terdeteksi berada di tengah Sungai Yarra.

Baca Juga: Usulkan Ahok, Alifurrahman: Menteri Agama Tak Harus Ulama, Tapi Harus Paham Manajemen  

Menanggapi kejadian ini, pihak Garuda Indonesia mengambil langkah serius dengan membebastugaskan seluruh awak kabin GA716 demi mendukung proses investigasi. Direktur Niaga Garuda Indonesia, Ade R Susardi, menyatakan bahwa maskapai akan mendampingi Michael sepenuhnya hingga proses selesai.

"Kami terus berkomunikasi dengan penumpang dan akan mendampingi beliau hingga proses selesai, sebagai bagian dari komitmen untuk menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh penumpang," ujar Ade dalam keterangan resminya, Senin (9/6).

Ia juga menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. "Dapat kami pastikan bahwa pada saat menerima laporan kehilangan, seluruh awak pesawat yang bertugas telah menjalankan prosedur standar operasional dan keamanan penerbangan," katanya.

Ade menambahkan bahwa pelaporan kehilangan langsung ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama otoritas bandara dan dilanjutkan pencarian. Garuda juga mengirimkan perwakilan ke Melbourne untuk mendampingi proses pelaporan resmi ke kepolisian setempat.

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini