NAWACITAPOST.COM - Selama ini, kekuatan ekonomi nasional kerap dikaitkan dengan kelompok elite yang dikenal sebagai 9 Naga. Mereka mendominasi berbagai sektor strategis dari pusat ekonomi di Jakarta dan sekitarnya.
Namun, dalam satu dekade terakhir, muncul kelompok baru dari daerah yang tak kalah berpengaruh. Mereka adalah para pengusaha besar dari luar Pulau Jawa yang kini dijuluki sebagai 9 Haji.
Berbeda dari 9 Naga yang mayoritas tumbuh dari jejaring usaha turun-temurun dan akses kekuasaan di ibu kota, para taipan dalam kelompok 9 Haji lahir dari perjuangan akar rumput. Sebagian besar dari mereka memulai dari usaha kecil, bahkan dari latar belakang hidup sederhana, sebelum akhirnya membangun kerajaan bisnis yang mencakup sektor batubara, sawit, otomotif, infrastruktur, hingga pertambangan emas.
Peran mereka tidak hanya terbatas pada pencapaian ekonomi, tetapi juga turut mendorong pembangunan dan kesejahteraan di wilayah masing-masing. Fenomena ini mencerminkan pergeseran lanskap kekuatan ekonomi di Indonesia.
Dari yang dulunya terpusat, kini berkembang menjadi lebih tersebar dan berbasis kekuatan lokal. Inilah sembilan tokoh pengusaha daerah yang tengah membentuk wajah baru perekonomian nasional Indonesia.
1. Haji Isam
Samsudin Andi Arsyad, lebih dikenal dengan nama Haji Isam, berasal dari Bone, Sulawesi Selatan. Ia mengawali kariernya sebagai sopir truk pengangkut kayu di Kalimantan Selatan. Dari pengalaman itu, ia membangun Jhonlin Group yang kini menjadi raksasa bisnis di sektor batubara melalui PT Jhonlin Baratama.
Bisnisnya kemudian berkembang ke sektor lain seperti perkebunan kelapa sawit, biodiesel, pelabuhan, dan penerbangan. Kediamannya di atas lahan seluas 20 hektare di Batu Licin menjadi simbol keberhasilannya.
2. Hadji Kalla
Kalla Group yang didirikan sejak 1952 merupakan perusahaan keluarga yang kini dipimpin oleh generasi penerus mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Perusahaan ini memegang distribusi utama merek otomotif besar seperti Toyota dan Kia di Indonesia Timur.
Baca Juga: Dukung Satgas Pamnas RI–PNG, RS Patar Asih Serahkan Bantuan Kesehatan untuk Yonif 121/Macan Kumbang
Selain itu, Kalla Group juga mengelola berbagai sektor lain seperti energi, logistik, dan konstruksi. Mereka tetap mempertahankan kearifan lokal sebagai dasar etika bisnis meski berada dalam skala nasional.
3. Haji Aksa
Muhammad Aksa Mahmud, atau Haji Aksa, adalah pendiri Bosowa Group. Ia memulai hidup sebagai pedagang es balok dan kurma di Barru, Sulawesi Selatan. Perlahan ia membangun kerajaan bisnis di bidang semen, otomotif, dan infrastruktur.
Pabrik semen Bosowa di Maros menjadi salah satu produksi terbesar di kawasan timur Indonesia. Selain itu, Bosowa juga terlibat dalam proyek jalan tol dan distribusi kendaraan mewah seperti Mitsubishi dan Mercedes-Benz.
4. Haji Rasyid
Abdul Rasyid AS atau Haji Rasyid adalah tokoh penting dalam industri sawit Kalimantan Tengah. Ia mendirikan Citra Borneo Indah Group dan mengelola lebih dari 115.000 hektare perkebunan sawit lewat PT Sawit Sumbermas Sarana. Meskipun sempat menghadapi kritik atas dugaan pembalakan liar, ia tetap menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lapangan kerja dan pembangunan fasilitas umum di daerah.
Baca Juga: HIPPI Jakarta Jajaki Sinergi dengan Kadin DKI Jelang Rakerda 2025
Artikel Terkait
Desa Sindanglaya jadi Pilot Project Program Radenmas Kemendes PDTT
Tak Terlindungi! Satu Lagi Rumah Cagar Budaya Dibongkar Tanpa Tersisa
Ruwat Desa Segodobancang Kecamatan Tarik Kabupaten Sidoarjo
Pembangunan Jembatan Oyo Segera Dimulai, Bupati Nias Barat: Sudah Masuk Tahap Kontrak
Dengan Penuh Semangat, Rutan Natal Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila