Wakil Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah, Chairunnisa, mengungkapkan keprihatinannya terhadap tingginya risiko ADB pada anak Indonesia. Ia menyatakan bahwa satu dari tiga balita Indonesia berisiko mengalami anemia defisiensi besi, dan hal tersebut tidak boleh dianggap sepele.
Baca Juga: Ops Damai Cartenz-2025 Bangun Kedekatan dengan Warga Okpol Lewat Patroli Sambang
“Satu dari tiga balita Indonesia itu berisiko untuk mengalami ADB. Fakta ini tentu tidak bisa kita abaikan begitu saja,” katanya.
Sebagai organisasi perempuan yang memiliki jaringan luas dan konsisten dalam isu kesehatan masyarakat, PP Aisyiyah menyatakan komitmennya untuk turut serta dalam upaya menanggulangi ADB di berbagai wilayah.
“Aisyah sebagai organisasi perempuan sebagai penggerak di masyarakat maka kita penting sekali untuk bagaimana kita mempunyai kepedulian untuk mengatasi jangan sampai terjadinya ADB ini secara berkelanjutan,” ucapnya.
Permasalahan ADB memang membutuhkan perhatian lintas sektor dan berkelanjutan. Edukasi, akses pangan bergizi, serta pemeriksaan rutin merupakan langkah-langkah dasar namun penting untuk mencegah dan mengatasi anemia sejak dini.
Artikel Terkait
'Gonjang-ganjing' PDIP Surabaya: Eri Cahyadi Gusar, Pertemuan Tanpa Pengurus DPC
Lebih Dekat dengan Budiarsa Sastrawinata: Meniti Jejak Panjang Dunia Properti dari Bintaro hingga Hanoi
Harkitnas Bukan Seremoni, Cak YeBe Desak Pemerintah dan Warga Wani Berubah
Najwa Shihab Berduka, Ini Profil Sang Suami Ibrahim Assegaf yang Meninggal Dunia Hari Ini!
UKM Binaan Pelindo Regional 1 Ikuti Short Course Basic Garmen