NAWACITAPOST.COM - Inovasi pembinaan narapidana kembali ditunjukkan oleh Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Amuntai. Sabtu, 17 Mei 2025.
Melalui pemanfaatan lahan kosong di sekitar lingkungan Lapas, para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kini aktif mengembangkan area perkebunan dan kolam ikan air tawar sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian yang selaras dengan program pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Lahan yang dikembangkan terletak di sisi samping Lapas dan area kompleks rumah dinas pegawai, yang sebelumnya merupakan tanah tidak terpakai.
Baca Juga: Reses di Bubutan, Budi Leksono Tekankan Pemerataan dan Keadilan Pembangunan
Kini, di bawah bimbingan Kasibinapigiatja, Bapak A. Sardiansyah, dan dukungan penuh dari Kalapas Amuntai, Bapak Yosef , serta seluruh jajaran staf Lapas, lahan tersebut disulap menjadi area produktif yang berdaya guna.
“Kegiatan dan persiapan pengembangan lahan ini sudah berlangsung selama satu bulan terakhir, dan akan terus kami garap hingga lahan ini sepenuhnya siap digunakan,” ujar A. Sardiansyah saat ditemui di lokasi.
Ia menambahkan bahwa tujuan utama dari program ini bukan hanya pembinaan keterampilan, tetapi juga menumbuhkan semangat kerja, tanggung jawab, dan kemandirian para warga binaan.
Baca Juga: Patung Juma Jokowi Jadi Simbol Penghormatan dan Harapan Wisata Baru di Karo Sumut
Pengembangan perkebunan dan kolam ikan ini dirancang untuk meningkatkan skala produksi secara berkelanjutan.
Selain berpotensi memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan lokal, hasil dari kegiatan ini juga bisa menjadi bekal keterampilan yang berguna bagi para narapidana saat mereka kembali ke masyarakat.
Secara hukum, program ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, yang menekankan pentingnya pembinaan narapidana dalam rangka reintegrasi sosial.
Baca Juga: Gagal Dapat Restu, Pria Majalengka Nekat Sebar Ratusan Video Asusila Bersama Istri Siri
Dalam Pasal 7 ayat (1) disebutkan bahwa pembinaan narapidana mencakup kegiatan yang mendukung peningkatan kualitas hidup dan kemandirian.
Selaras dengan itu, program ini juga mendukung kebijakan nasional di sektor pertanian dan perikanan sebagai bagian dari agenda ketahanan pangan yang terus digaungkan oleh pemerintah.