Minggu, 19 Juli 2026

Patung "Juma Jokowi" Jadi Simbol Penghormatan dan Harapan Wisata Baru di Karo Sumut

Photo Author
Safriana syahra, Nawacita Post
- Senin, 19 Mei 2025 | 08:55 WIB
Patung "Juma Jokowi" Jadi Simbol Penghormatan dan Harapan Wisata Baru
Patung "Juma Jokowi" Jadi Simbol Penghormatan dan Harapan Wisata Baru

NAWACITAPOST.COM -  Sebuah patung megah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, kini berdiri kokoh di kawasan perbukitan Desa Kutambelin, Kecamatan Laubaleng, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Patung yang diberi nama Juma Jokowi ini bukan sekadar monumen, tetapi juga simbol penghormatan dan ungkapan terima kasih masyarakat setempat atas perhatian Presiden terhadap pembangunan infrastruktur desa mereka.

Nama "Juma Jokowi" memiliki makna mendalam—Juma dalam bahasa daerah berarti ladang, mencerminkan kedekatan sosok Jokowi dengan rakyat dan sektor pertanian.

Patung setinggi 4 meter ini dibuat dari bahan tembaga dan berdiri kokoh di atas fondasi sedalam 1,5 meter.

Wujudnya menggambarkan Presiden Jokowi tengah mengepalkan tangan kanannya ke udara, sementara tangan kirinya memegang buah jeruk—komoditas unggulan daerah tersebut.

Baca Juga: Kuasa Hukum Serahkan Ijazah Asli Jokowi ke Bareskrim  

Kaki patung diganti dengan simbol api yang menyala, melambangkan semangat yang terus berkobar.

Pembuatan patung ini merupakan bentuk apresiasi dari warga enam desa dan tiga dusun yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa (LMD), sebagai tanda syukur atas pembangunan jalan sepanjang 37 kilometer yang rampung pada 2022.

Jalan tersebut sebelumnya rusak parah selama puluhan tahun dan menjadi hambatan utama dalam kegiatan pertanian dan kehidupan warga.

Menariknya, seluruh proyek pembangunan patung ini dibiayai secara mandiri melalui gotong royong masyarakat serta bantuan sukarela para dermawan, dengan total biaya mencapai Rp2,5 miliar—tanpa campur tangan dana dari pemerintah pusat.

Lebih dari sekadar monumen, kehadiran patung Juma Jokowi juga diharapkan mampu menjadi ikon wisata baru di wilayah tersebut.

Dengan akses jalan yang kini jauh lebih baik, kawasan LMD kini terbuka bagi pengunjung dari luar daerah dan berpotensi mengangkat perekonomian masyarakat lokal.




Editor: Safriana syahra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini