Awal tahun 2021 ditandai dengan bentrokan di atas rel kereta. Peristiwa terjadi pada 17 Januari sekitar pukul 02.00 WIB. Kedua kelompok saling lempar batu tanpa alasan yang jelas. Bentrokan berlangsung cepat dan sempat memicu kekhawatiran warga sekitar.
5. Tawuran Manggarai 2020
Pada masa PSBB Jakarta, dua kelompok pemuda terlibat bentrokan di sekitar Stasiun Manggarai, Sabtu sore 18 April. Pemuda dari Menteng Tenggulun dan Manggarai Selatan saling lempar batu dan petasan. Tawuran ini mengganggu arus lalu lintas serta operasional kereta api. Polisi sempat kesulitan membubarkan massa karena jumlah pelaku yang cukup besar.
6. Tawuran Manggarai 2019
Tahun 2019, dua insiden besar tercatat. Pertama pada Juli, melibatkan tiga kelompok massa dari Magazen Tebet, Tambak, dan Menteng Tenggulun dengan total massa sekitar 300 orang. Tawuran kedua terjadi Agustus, diawali saat tokoh masyarakat Tenggulun tengah rapat di sekitar JPO Jayakarta dan tiba-tiba diserang dari arah Stasiun Manggarai oleh kelompok warga Magazen.
Baca Juga: Bupati Nias Barat Siap Tindaklanjuti Temuan BPK Sumut Terkait LKPD 2024
7. Tawuran Manggarai 2018
Bentrokan yang terjadi pada 20 Oktober 2018 dipicu oleh saling ejek di media sosial antara remaja Pasar Manggis dan Menteng Tenggulun. Sekitar 100 orang terlibat dalam bentrokan yang berlangsung cukup lama sebelum akhirnya dibubarkan dengan gas air mata oleh polisi.
8. Tawuran Manggarai 2017
Awal Maret 2017, konflik pecah akibat letusan petasan di Gang Tuyul yang memicu warga Magazen membunyikan tiang listrik sebagai bentuk balasan. Hal sepele ini membesar menjadi aksi saling lempar batu. Polisi sempat membangun barikade, namun tak mampu menahan amukan warga dari dua sisi.
9. Tawuran Manggarai 2016
Insiden pada 19 November 2016 bermula dari aksi warga yang mengelap mobil dan memicu ketegangan antar kelompok. Tawuran berlangsung sekitar pukul 17.00 WIB. Meski tidak ada korban jiwa, peristiwa ini menunjukkan betapa mudahnya konflik dipicu oleh hal-hal remeh.
10. Tawuran Manggarai 2014
Tiga kali tawuran terjadi sepanjang 2014. Bulan Juli, puluhan remaja bersenjata tajam bentrok dan bubar setelah tembakan peringatan polisi. Pada November, warga Tambak dan Gang Tuyul kembali berselisih. Lalu pada 25 Desember, bentrok pecah dua kali dalam sehari dan berlanjut hampir setiap malam hingga awal Januari 2015. Seorang petugas menjadi korban luka dalam peristiwa ini.
Tawuran Manggarai sejak 1970
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Polisi Ade Rahmat Idnal, menyatakan bahwa tawuran di Manggarai sudah terjadi sejak tahun 1970. Ia mengatakan penyebabnya sering kali berawal dari masalah kecil, seperti petasan, senggolan di jalan, hingga soal perempuan.
Meski sudah ada berbagai pendekatan mulai dari kehadiran polisi hingga piagam damai antarwarga, tawuran tetap terjadi. Menurutnya, saat ini yang bisa dilakukan adalah menguatkan pencegahan lewat kolaborasi antara kepolisian, bhabinkamtibmas, pemda, dan tokoh masyarakat setempat.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berencana meluncurkan program bertajuk 'Manggarai Bersholawat' sebagai pendekatan sosial untuk meredam konflik yang kerap muncul di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan. Pramono menyampaikan bahwa pendekatan kultural dan keagamaan dipilih karena metode represif dinilai tidak menyentuh akar permasalahan.
Artikel Terkait
Konseling dan Skrining Kesehatan, Lapas Rantauprapat Berikan Pelayanan Kesehatan Humanis bagi Lansia dan Penderita TB
Kebun Sawit KNES Kampar Butuh Pekerja Pemanen Dan Perawatan, Tinggal Di Perumahan Hubungi, Telepon 081365707652 085271699959 Dan 082138872135
Satu Warga Binaan Lapas Amuntai Terima Remisi Khusus Waisak 2025
Kalapas Padangsidimpuan Serahkan Remisi Khusus Waisak Kepada Warga Binaan
Gubernur Banten Andra Soni: Provinsi Banten Dukung Percepatan Pembangunan SPPG