NAWACITAPOST.COM - Asap hitam tebal membumbung tinggi dari kawasan Pantai Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Senin pagi, 12 Mei 2025. Kepulan asap yang sempat membuat panik warga sekitar itu disertai suara ledakan keras.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.30 WIB ketika jajaran TNI Angkatan Darat (AD) sedang melakukan kegiatan pemusnahan amunisi yang tidak layak pakai. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, Brigadir Jenderal TNI Wahyu Yudhayana, menjelaskan kronologi insiden itu.
Menurutnya, kegiatan pemusnahan amunisi dilakukan oleh jajaran Gudang Pusat Amunisi III (Gupusmu III) Pusat Peralatan TNI AD di Desa Sagara. Kegiatan ini telah dimulai dengan prosedur standar, yakni pengecekan lokasi dan kesiapan personel, serta memastikan semuanya dalam kondisi aman.
"Pada awal kegiatan secara prosedur telah dilaksanakan pengecekan terhadap personel maupun yang berkaitan dengan lokasi peledakan dan semuanya dinyatakan dalam keadaan aman," kata Wahyu.
Baca Juga: Bupati Nias Barat Siap Tindaklanjuti Temuan BPK Sumut Terkait LKPD 2024
Setelah itu, tim membuat dua lubang yang digunakan untuk menanam amunisi milik TNI AD yang akan dimusnahkan. Amunisi kemudian diledakkan menggunakan detonator, dan menurut Wahyu, proses awal pemusnahan itu berjalan sempurna dan aman.
Namun, situasi berubah saat personel melanjutkan ke tahap berikutnya. Detonator dimasukkan ke dalam lubang yang berbeda untuk dihancurkan dengan cara serupa. Ketika tim sedang menyusun detonator di dalam lubang tersebut, secara tiba-tiba terjadi ledakan dari dalam.
"Saat tim penyusun amunisi menyusun detonator di dalam lubang tersebut secara tiba-tiba terjadi ledakan dari dalam lubang," kata Wahyu.
Ledakan mendadak tersebut menewaskan 13 orang, termasuk beberapa perwira TNI. Wahyu menyatakan bahwa seluruh korban telah dievakuasi ke RSUD untuk penanganan lebih lanjut. Ia juga menegaskan bahwa TNI AD akan melakukan investigasi guna mengetahui penyebab pasti ledakan yang tidak terduga tersebut.
Baca Juga: Wamen Kebudayaan Giring Ganesha Hadiri Kirab Budaya Waisak 2025 di Candi Borobudur
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat menyampaikan bahwa seluruh korban meninggal dunia sudah berada di RSUD Pameungpeuk, Kabupaten Garut. Kepala Dinkes Jabar, R. Vini Adiani Dewi, mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu proses identifikasi dari TNI dan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, juga membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa lokasi ledakan merupakan lahan milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Garut yang memang rutin digunakan untuk pemusnahan amunisi kadaluarsa oleh TNI AD.
Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal Kristomei Sianturi, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan dan selalu dilakukan dengan izin yang jelas. Ledakan terjadi dalam rentang waktu sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB. Lokasi pemusnahan berada di area yang dijaga ketat dan jauh dari permukiman warga.
Artikel Terkait
Resmikan Gedung Radioterapi, Gubernur Banten Andra Soni: Langkah RSUD Banten Menuju RS Rujukan Regional Unggul
Lantik Pengurus BKOW Provinsi Banten, Gubernur Banten Andra Soni: Mitra Strategis Wujudkan Banten Maju, Adil Merata dan Tidak Korupsi
ICW Ungkap 212 Kasus Korupsi di BUMN, Kerugian Negara Capai Rp64 Triliun
Lucius Karus: Wacana Pemakzulan Gibran Sulit Terwujud Tanpa Gerakan Politik Parlemen
Peter Sosilo Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum, Angkat Isu Kepailitan Akibat Force Majeure