"Perjuangan para istri almarhum mulai ada hasil setelah menangis karena belum ada penetapan tersangka dari oknum TNI!" tambahnya.
Baca Juga: Antusiasme Tinggi! PIK2 Ramadan Under The Dome Jadi Magnet Baru di Bulan Suci
Sementara itu, Kapendam II/Sriwijaya, Kolonel Inf Eko Syah Putra Siregar, menyebut bahwa berdasarkan keterangan saksi, terdapat dugaan adanya setoran uang dari perjudian kepada pihak Polsek dan Koramil. Namun, ia tidak memberikan rincian mengenai jumlah setoran yang mengalir dalam kasus ini.
"Keterangan sementara dari saksi (oknum TNI) menyatakan ada ikatan komitmen itu (setoran)," ujarnya dalam tayangan YouTube Kompas TV pada Jumat, 21 Maret 2025.
Meski demikian, isu setoran judi tersebut dibantah keras oleh keluarga korban. Istri almarhum AKP Lusiyanto, Nia, mengungkapkan bahwa suaminya pernah ditawari amplop berisi uang Rp1 juta oleh seorang oknum TNI yang diduga terlibat dalam penembakan. Namun, suaminya menolak dengan tegas.
"Dia nyuruh orang kasih ke bapak agar sabung ayam itu berjalan, tapi bapak gak mau," ungkap Nia.
Ia juga menambahkan bahwa suaminya memiliki tekad kuat dalam memberantas perjudian, meskipun hal tersebut membuatnya tidak disukai oleh pihak-pihak tertentu. Hal ini semakin memperkuat desakan agar kasus ini segera ditangani dengan transparan dan tanpa intervensi kepentingan lain.
Artikel Terkait
Terima Audiensi Jamkrida, Gubernur Banten Andra Soni Sebut Salah Satu Penggerak Ekonomi
Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H / 2025 M, Dirwatkeshab Laksanakan Monev ke Lapas Pemuda Langkat
Jalankan Instruksi Ketum Golkar, Adies Kadir Bagikan 10.000 Paket Sembako di Surabaya-Sidoarjo
Ketimpangan Program MBG di Surabaya, Imam Syafi'i: Lima Kelurahan Termiskin Tak Tersentuh
Dinkes Surabaya Gagal Paham? Berobat Gratis Tak Berjalan!