Suatu hal yang sudah sangat kuno, biasa dikatakan oleh para capres atau calon gubernur (cagub), calon bupati (cabup) dan calon walikota (cawalkot) purba yang malas berpikir selain memberikan solusi janji kenaikan gaji para pejabat atau PNS di sekian banyak problem yang harus dicari akar persoalan dan solusinya.
Baca Juga: Ulama Indonesia di Mata Gubernur Khofifah
Lain halya dengan Capres Ganjar Pranowo, ia jelas memaparkan agenda kerjanya ke depan jika terpilih menjadi Presiden 2024. Ganjar Pranowo bersama Mahfud MD misalnya akan mewujudkan program 1 desa 1 puskesmas lengkap bersama nakesnya, akan serius memberantas korupsi, akan memperhatikan nasib guru, menambah akses internet di sejumlah daerah.
Capres Ganjar Pranowo juga bertekad untuk memberikan solusi masalah HAM di Papua dengan pendekatan dialog yang berbeda jauh 180 derajat dengan Prabowo yang lebih banyak melakukan pendekatan kekerasan, memaksimalkan kontrol aparat terkait kualitas pelayanan publik, memberikan solusi pengangguran dengan cara membangun pusat bisnis, pendirian sekolah vokasi dan kuliah gratis bagi anak dan keluarga miskin dan banyak lagi yang lainnya, termasuk sentilannya soal skandal putusan MK yang melakukan pelanggaran berat etik.
Sedangkan Capres Anies Baswedan di perdebatan capres pertama itu hanya terlihat lihai dan cerdas melakukan serangan politik ke capres Prabowo Subianto. Namun, untuk pemaparan program agenda kerjanya masih kurang lengkap dan kurang konkrit dibandingkan dengan apa yang telah disampaikan oleh Capres Ganjar.
Memperhatikan Anies Baswedan di debat capres pertama itu, kita seolah hanya melihat orang yang sedang nyinyir-nyiran dengan Prabowo saja.
Anies di forum debat itu hanya tampak sebagai politisi yang sangat ulung bermanuver politik. Akan tetapi, Anies sama sekali atau setidaknya belum menampakkan dirinya sebagai sosok calon presiden yang lengkap dengan kemahiran managerial kenegaraannya. Bila saya ilustrasikan, Anies itu seperti orang yang pandai menginventarisir masalah, namun beliau tidak memiliki solusi konkritnya seperti apa.
Maka tak heran, situs survei duniapolling.com, Selasa (12/12/2023), langsung merilis sejumlah pertanyaan terkait debat Pilpres 2024. Misalnya, "Siapa pasangan yang cocok untuk memimpin Indonesia pada 2024 nanti?". Lalu "Siapa yang akan menang debat Capres Cawapres 2024?".
Baca Juga: Warga Binaan Rutan Kelas IIB Sukadana Ikuti Ibadah Malam Natal Online
Hasilnya, pasangan calon Ganjar-Mahfud selalu mendapatkan suara tertinggi dengan rata-rata 38,2 persen, Anies-Muhaimin 31,5 persen, sedangkan Prabowo-Gibran 30,4 persen.
Sedangkan polling online yang diselenggarakan oleh Tvonenews.com selama debat Capres 2024 berlangsung, juga menunjukkan Ganjar-Mahfud unggul dengan 431.043 suara (79,55 %), Anies-Muhaimin 95.717 suara (17,66 %), sedangkan Prabowo-Gibran meraih hanya 15.111 suara (2,79 %).
Polling online ini saya pikir jauh lebih akurat dan minim rekayasa, dibandingkan dengan rilis dari lembaga-lembaga survei yang sudah melakukan kontrak terlebih dahulu dengan Capres Prabowo jauh sebelum Pilpres.
Rakyat sudah mulai mendapatkan gambaran seperti apa kualitas Capresnya. Mulai dari Capres Anies yang cerdik melakukan serangan-serangan politiknya, namun masih kering program-program yang akan bisa diukur pencapaiannya.
Artikel Terkait
Menggugat Kepemimpinan Jokowi, Saiful Huda Ems: Panggilan untuk Menjadi Lawan!
Dampak Kepemimpinan Jokowi Berdasarkan Pandangan Saiful Huda Ems: Refleksi Perpecahan yang Melanda Berbagai Lapisan Masyarakat
Kritik Debat Capres, Kontras Nilai Kandidat Nihil Rencana Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM Berat
Mahfud Md Kenakan Pakaian Adat Madura Saat Debat Cawapres, Ternyata Ini Maknanya!
Pertanyaan Gibran tentang SGIE pada Cak Imin dalam Debat Cawapres Jadi Guyonan Warganet, Ternyata Ini Arti Sebenarnya!