Kamis, 4 Juni 2026

Dampak Kepemimpinan Jokowi Berdasarkan Pandangan Saiful Huda Ems: Refleksi Perpecahan yang Melanda Berbagai Lapisan Masyarakat

Photo Author
adekurniawan, Nawacita Post
- Jumat, 24 November 2023 | 21:35 WIB
Saiful Huda Ems
Saiful Huda Ems


NAWACITAPOST.COM - Kepemimpinan Presiden Joko Widodo, atau yang akrab disapa Jokowi, dinilai oleh sebagian kalangan sebagai era yang diwarnai oleh karakter plin-plan dan manipulatif.





Pada kesempatan ini, Saiful Huda Ems mencoba memaparkan sebuah pandangan yang diutarakan dengan tegas oleh beberapa elemen masyarakat, mengklaim bahwa dampaknya telah menghasilkan perpecahan yang terus meluas di berbagai lapisan masyarakat, dari akar rumput hingga kalangan elit.





Perpecahan di tengah masyarakat sudah terasa sejak beberapa waktu lalu, dengan munculnya fenomena sebutan seperti "Kampret," "Kadrun," dan "Cebong" yang membagi-bagi pendukung berdasarkan pilihan politik mereka. Namun, sekarang, perpecahan ini diklaim telah mencapai tataran yang lebih parah dan membingungkan di kalangan elit partai dan organisasi.





Pengamatan menyebutkan bahwa tidak hanya di kalangan masyarakat umum, namun juga di berbagai organisasi, baik itu organisasi advokat, relawan, partai politik, hingga alumni pondok pesantren dan kampus, terjadi pecah belah dan perseteruan yang meruncing. Perpecahan ini melibatkan anggota-anggota yang sebelumnya satu kubu, kini saling ejek dan mengolok satu sama lain.







Meskipun pertentangan politik dan ideologi sudah lazim dalam sejarah politik Indonesia, para pengamat menyoroti bahwa sekarang terjadi perseteruan yang jauh lebih intensif dan berskala massif. Bahkan dalam keluarga, di kalangan polisi dan tentara, atmosfer yang resah dan bullyian semakin marak.





Pertanyaan mendasar muncul: Mengapa semua ini terjadi di era kepemimpinan Jokowi? Mengapa munculnya Jokowi malah menyebabkan perpecahan yang begitu kompleks dan melibatkan berbagai lapisan masyarakat?





Para pengkritik mengaitkan fenomena ini dengan sejumlah pelanggaran hukum dan penyimpangan politik yang dilakukan oleh rezim Jokowi. Mereka berpendapat bahwa APBN terlalu banyak terkuras untuk keamanan negara, memprotes pemerintah, dan mendanai upaya memperluas pengaruh pemerintahan.


Halaman:

Editor: adekurniawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB