NAWACITAPOST.COM - Memburuknya kondisi kesehatan Paus Fransiskus akibat pneumonia ganda telah memicu spekulasi mengenai siapa yang akan menjadi pemimpin Gereja Katolik berikutnya.
Saat ini, paus berusia 88 tahun itu masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Gemelli, Roma.
Mengingat usianya yang sudah lanjut dan kesehatannya yang semakin rapuh, banyak pihak mulai mempertimbangkan kemungkinan terjadinya pergantian kepemimpinan di Vatikan.
Sejumlah kardinal pun mulai disebut-sebut sebagai kandidat potensial dalam pemilihan paus mendatang.
Jika seorang paus meninggal dunia atau mengundurkan diri—seperti yang terjadi pada Paus Benediktus XVI—Vatikan akan menggelar konklaf, yaitu pertemuan tertutup para kardinal untuk menentukan pemimpin baru Gereja Katolik.
Baca Juga: Kodisi Paus Fransiskus Saat Ini, Tes Terbaru Terdeteksi Gagal Ginjal
Dari total 252 kardinal yang ada saat ini, sebanyak 138 memenuhi syarat untuk memberikan suara dalam konklaf, yaitu mereka yang berusia di bawah 80 tahun.
Pemilihan dilakukan secara tertutup di Kapel Sistina, dan seorang kandidat harus memperoleh setidaknya dua pertiga suara untuk terpilih sebagai paus.
Jika tidak ada pemenang setelah empat putaran pemungutan suara per hari, proses akan terus berlanjut hingga tercapai kesepakatan.
Berdasarkan laporan Independent pada Senin (24/2/2025), berikut beberapa nama yang berpotensi menggantikan Paus Fransiskus:
1. Kardinal Peter Erdö (72 tahun, Hungaria)
Sebagai tokoh konservatif, Erdö pernah menjabat sebagai Presiden Dewan Konferensi Uskup Eropa. Ia dikenal menentang pemberian komuni bagi umat Katolik yang telah bercerai dan menikah kembali.
2. Kardinal Matteo Zuppi (69 tahun, Italia)
Zuppi merupakan salah satu sosok yang dekat dengan Paus Fransiskus dan memiliki pengalaman luas di bidang diplomasi global, termasuk dalam misi perdamaian di Ukraina dan Amerika Serikat. Ia juga dikenal mendukung dialog dengan komunitas LGBTQ.
3. Kardinal Pietro Parolin (70 tahun, Italia)
Menjabat sebagai Sekretaris Negara Vatikan sejak 2013, Parolin adalah figur moderat yang tidak berpihak pada kubu konservatif maupun progresif dalam gereja.
Keahliannya dalam diplomasi menjadikannya tokoh kunci dalam berbagai isu geopolitik global.
Artikel Terkait
Kunjungi Masjid Istiqlal: Berikut Pidato Paus Fransiskus, Ajak Dunia Jaga Persatuan dalam Perbedaan
Kunjungan Apostolik Berakhir, Menag Ungkap Tiga Pesan Paus Fransiskus
719 WNI dari Papua Mengikuti Kunjungan Paus Fransiskus di PNG, Kakanwil Apresiasi Layanan Imigrasi di PLBN Skouw Jayapura
Vatikan Konfirmasi Paus Fransiskus Alami Pneumonia di Kedua Paru-Paru
Kodisi Paus Fransiskus Saat Ini, Tes Terbaru Terdeteksi Gagal Ginjal