Jumat, 5 Juni 2026

Menko PMK Blusukan ke Yahukimo, Pastikan Penanganan Korban Bencana Longsor dan Kelaparan Berjalan Baik

Photo Author
tantitamara, Nawacita Post
- Sabtu, 11 November 2023 | 18:56 WIB
Menko PMK Blusukan ke Yahukimo. Foto: Kemenko PMK.
Menko PMK Blusukan ke Yahukimo. Foto: Kemenko PMK.


NAWACITApost.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meninjau secara langsung penanganan korban bencana tanah longsor dan kelaparan di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, pada Jumat (10/11/2023).





Menko PMK menyampaikan, upaya itu merupakan tindaklanjut dari bencana tanah longsor yang menimpa Distrik Anggruk dan Distrik Panggema, serta bencana kelaparan akibat dari gagal panen yang menimpa Distrik Amuma yang disebabkan oleh cuaca ekstrem.





“Saya sudah kesana, penanganannya sudah bagus, baik yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten maupun provinsi, dan juga bantuan-bantuan yang datang dari pusat,” ujar Muhadjir.





Seperti diketahui sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Yahukimo telah menetapkan “Status Tanggap Darurat Tanah Longsor” di Distrik Anggruk dan Distrik Panggema serta bencana kelaparan di Distrik Amuma selama 21 hari sejak 12 Oktober hingga 1 November 2023. Dilaporkan lebih dari 14.000 penduduk terdampak bencana tersebut. Sedangkan, 22 penduduk meninggal dunia dengan rincian 11 orang dewasa dan 11 orang anak-anak sejak Februari hingga Oktober 2023 yang tersebar pada 13 kampung di Distrik Amuma.





Berdasarkan tinjauan langsung di lapangan, Muhadjir mengatakan para korban yang terdampak bencana telah dibawa ke rumah sakit untuk ditangani lebih intensif. Muhadjir menyampaikan upaya tindaklanjut pasca pengiriman bantuan juga akan dilakukan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali.





Muhadjir menjelaskan, dalam jangka pendek akan dibangun lumbung sosial yang akan ditindaklanjuti oleh Kementerian Sosial. Sementara itu, BNPB akan menindaklanjuti tahap rehabilitasi dan rekontruksi rumah terdampak.





Sedangkan, Muhadjir juga menerangkan upaya jangka panjang akan dilakukan dalam bentuk penyediaan varietas pangan dengan karakteristik lokal yang tahan terhadap cuaca ekstrem. Adaptasi teknologi tepat guna akan turut dilakukan dengan menggandeng perguruan tinggi untuk pengolahan bahan pangan agar dapat tahan lama sehingga masyarakat tidak bergantung pada masa panen.


Halaman:

Editor: tantitamara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini