Sujianto berkata, meskipun Musrenbang tersebut dilanjutkan hingga selesai dirinya pesimis, dikarenakan hanya dimintai masukan namun tidak realisasi. Cukup yang sudah-sudah saja menjadi pelajaran bersama.
"Kami meyakini dan tidak menduga-duga. Kami meyakini kalau pengelola Kabupaten Nganjuk tetap seperti ini, kami yang di Kecamatan Prambon tidak akan mendapatkan sentuhan. Dikarenakan dengan gaya-gaya seperti ini, Musrenbang hanya sebatas intermezo atau formalitas atau apa," tutur Sujianto.
Kades Sujianto menjelaskan bahwa jalan poros tersebut tidak bisa di cover dengan Dana Desa (DD). DD sendiri hanya fokus untuk Desa.
"Jalan poros antar desa saja itu tidak boleh di cover melalui DD, kalau di cover dengan DD kita melanggar," paparnya.
Baca Juga: Rincian Dana Desa dari 24 Kecamatan di Kabupaten Probolinggo TA 2025, Intip Desamu Yuk
Sehingga seluruh Kades se-Kecamatan Prambon memutuskan walk out untuk kembali ke kantor masing-masing untuk kembali melayani masyarakat.
"Jadi walk out yang kami lakukan ini, adalah bentuk keprihatinan kami kepada pemerintah Kabupaten Nganjuk, dengan kurang tanggapnya Pemerintah Kabupaten Nganjuk terhadap usulan-usulan yang kami sampaikan," jelas Sujianto.
Sujianto mengungkapkan bahwa hal tersebut juga untuk menunjukkan kepada masyarakat yang ada di desa seluruh Kecamatan Prambon, bahwa hal tersebut adalah bentuk perjuangan demi mendapatkan keadilan pembangunan fisik infrastruktur dan lain sebagainya.
"Jadi kami tidak akan diam dan kalau mereka kontra dengan pendapat kami, kami siap kopi darat. Kita siap kopi darat dengan mereka yang hadir baik dari Bappeda, 4 anggota DPRD, dan pihak Kecamatan, kami siap kopi darat, kalau perlu kita uji materi," pungkasnya.
Terpisah Kuwadi Camat Prambon ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut bahwa Kades se-Kecamatan Prambon walk out dari kegiatan Musrenbang saat Musrenbang berlangsung.
"Iya, yang mengawali spontanitas para Kades walk out Pak Kades Tanjungwangi, akan tetapi kegiatan Musrenbang tetap jalan sampai dengan selesai," ucap Kuwadi melalui pesan aplikasi WhatsApp pada Kamis (6/2/2025).
Ketika ditanya tentang mengapa tetap berjalan sampai selesai dan apakah kegiatan Musrenbang tidak membutuhkan usulan maupun masukan dari para pihak, khususnya para Kades. Kuwadi menjelaskan bahwa yang hadir tidak hanya para Kades melainkan ada perwakilan dari anggota DPRD.
"Yang hadir dari dewan ada Pak Budiono, Mas Karyo Sulistiyono, Mbak Dia Putri Aruma, Mas Afif Singgih Nur Hasan,Kepala Bappeda juga hadir, dan PMD. usulan program itu sudah masuk di aplikasi SIPD," kata Kuwadi kepada wartawan Nawacitapost.com.
Baca Juga: Ikut Bergabung Dalam Kegiatan Sidak di Babadan Patianrowo, DPMPTSP Nganjuk Sampaikan Ini