NAWACITApost.com - Direktur Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Craig Mokhiber memutuskan untuk mundur dari jabatannya. Ia merasa gagal memanfaatkan kekuasaannya untuk menghentikan genosida di Gaza.
Dalam sebuah surat kepada komisaris tinggi PBB tertanggal 28 Oktober 2023, Mokhiber menyebut peristiwa yang terjadi di Gaza menjadi bukti bahwa PBB kembali gagal dalam mencegah genosida. "Sekali lagi kita melihat genosida terjadi di depan mata kita dan organisasi yang kita layani tampaknya tidak berdaya untuk menghentikannya," ujarnya dalam surat tersebut, dikutip dari The Guardian, Kamis (2/11/2023).
Craig juga menyerukan adanya tindakan pembubaran terhadap Israel dan mulai mendukung Palestina untuk merdeka sebagai sebuah negara. Ia juga mendukung penghapusan kelompok-kelompok yang sangat rasis, pemukim-proyek kolonial dan mengakhiri apartheid di seluruh negeri.
"Kita harus mendukung pembentukan negara sekuler yang demokratis dan tunggal di seluruh wilayah Palestina yang bersejarah, dengan hak yang sama bagi umat Kristen, Muslim, dan Yahudi," lanjut Mokhiber.
Selain itu, dirinya juga mengkritisi Amerika Serikat (AS) dan Inggris yang malah mendukung Israel untuk terus melakukan serangan. Ia kecewa lantaran kedua negara tersebut, dan sebagian besar negara di Eropa, menolak memenuhi kewajiban mereka untuk memantau perang seperti Konvensi Jenewa.
Diketahui, Craig Mokhibertelah bekerja untuk PBB sejak tahun 1992 dan memegang sejumlah peran penting. Ia juga bertindak sebagai penasihat senior HAM untuk Palestina, Afghanistan, dan Sudan. Ia bahkan pernah tinggal di Gaza pada tahun 1990an.