Sabtu, 13 Juni 2026

Hasil Pertemuan Jokowi dan Xi Jinping

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Jumat, 28 Juli 2023 | 10:57 WIB

NAWACITApost.com - Pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Republik Rakyat China (RRC), Xi Jinping, telah menghasilkan delapan kesepakatan. Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi mengatakan, kesepakatan itu berkaitan pembukaan akses pasar untuk produk pertanian.

"Kunjungan Presiden ke Chengdu menghasilkan delapan kesepakatan yaitu Plan of Action dari MoU Kesehatan, protokol pembukaan akses pasar untuk produk pertanian tepung porang, dan protokol pembukaan akses pasar produk pertanian bubuk tabasheer," kata Retno dalam keterangan pers secara daring, Jumat (28/7/2023).

Diketahui, Jokowi melangsungkan kunjungan bilateral ke Chengdu, China, pada Kamis (27/7/2023), dalam rangka memenuhi undangan Presiden Xi Jinping. Kunjungan tersebut bertepatan dengan 10 tahun Kemitraan Strategis Komprehensif RI-RRT.

Selanjutnya, kata Retno, kedua kepala negara juga menyepakati terkait kerja sama di bidang riset, serta pengembangan industri plant breeding dan budi daya laut, MoU kerja sama saling tukar pengetahuan dan pengalaman untuk pembangunan Ibu Kota Negara (IKN), MoU kerja sama "Two Countries, Twin Parks.", MoU Kerja Sama Ekonomi dan Teknis. Kerja sama juga dilakukan di bidang pendidikan bahasa Mandarin.

Retno menyampaikan, pertemuan bilateral antara kedua negara membahas penguatan kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan, selalu mempertimbangkan pemakaian tenaga lokal, dan ramah lingkungan. Setidaknya, ada tiga bidang yang dibahas dalam pertemuan, yaitu perdagangan, kesehatan, dan investasi.

Di bidang perdagangan, Indonesia terus berupaya meningkatkan akses ekspor ke China. Sebab, China merupakan mitra dagang terbesar Indonesia dengan nilai perdagangan tahun lalu mencapai lebih dari 133 miliar dollar AS. "Beberapa tahun terakhir neraca perdagangan Indonesia-China semakin seimbang, bahkan tahun ini Indonesia mulai surplus," ucap Retno.

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi juga meminta akses pasar yang lebih banyak bagi produk-produk Indonesia di China. Jokowi, kata Retno, menyambut baik beberapa hal yang telah terealisasi, seperti penandatanganan protokol impor, dalam hal ini impor China dari Indonesia, untuk tepung porang dan bubuk tabasheer.

Lalu, mendorong pembaruan protokol dan peningkatan kuota impor sarang burung walet, serta penyelesaian protokol impor produk hasil laut Indonesia. Adapun di bidang kesehatan, kedua negara telah menandatangani PoA untuk mengimplementasi MoU Kerja Sama Kesehatan. Hal ini merupakan tindak lanjut MoU yang sudah ditandatangani pada tahun lalu.

"Di dalam pertemuan, Presiden dengan Presiden Xi Jinping juga mendorong penguatan kerja sama vaksin, genomik, dan bioteknologi untuk menghadapi kemungkinan pandemi baru, termasuk melalui pembangunan National Gene Bank dan pusat bioteknologi di Indonesia," ungkap Retno.

Sedangkan itu di bidang investasi, Jokowi menyebut bahwa minat investasi China ke Indonesia cukup besar. Diketahui, China merupakan investor terbesar kedua di Indonesia dengan nilai 8,2 miliar dollar AS pada tahun lalu.

"Meski angkanya sudah besar, kita lihat potensi masih besar dan sangat potensial untuk ditingkatkan lebih jauh lagi," kata Retno.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Trump Menyerah Pada Iran Demi Pasokan Minyak

Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB