“Terlepas perbedaan antara Indonesia dan Vietnam, kedua negara memiliki banyak kesamaan dalam hal tantangan kemajemukan untuk membangun masyarakat kohesif, harmonis, dan damai. Agar berhasil, kita perlu memiliki kemampuan ‘literasi’ untuk berinteraksi dan berkolaborasi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang budaya dan agama,” kata Matius.
Dia mengungkapkan Indonesia menghargai kemitraan strategis komprehensif dengan Vietnam sebagai fondasi yang kuat bagi kedua negara untuk tidak hanya bekerja sama di bidang politik dan ekonomi, tetapi juga mempromosikan pendidikan untuk membangun toleransi dan kerja sama.
Matius menjelaskan program LKLB di Indonesia telah dimulai sejak 2021 dengan melatih guru di sekolah dan madrasah. Institut Leimena bermitra dengan lebih dari 40 lembaga pendidikan dan keagamaan, serta telah bekerja sama dengan empat Kementerian yaitu Kementerian Luar Negeri RI, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Kementerian Agama RI, dan Kementerian Hukum RI.
Baca Juga: Lapas Kotapinang Distribusikan 403 Paket Sandang, Hak Dasar Warga Binaan Kian Terjamin
“Di kawasan Asia Tenggara, LKLB telah dianggap sebagai pendekatan penting untuk masyarakat ASEAN yang inklusif dan kohesif, sebagaimana tertuang dalam Visi dan Strategi ASEAN 2045 yang diadopsi tanggal 26 Mei lalu dalam KTT ASEAN di Malaysia. Salah satu strategi ‘melaksanakan serangkaian program literasi agama lintas budaya’ untuk mencapai tujuan Komunitas ASEAN yang inklusif dan kohesif. Strategi lainnya, memperkuat kerja sama ASEAN melalui ‘literasi antarbudaya dan antaragama’, sehingga ASEAN dapat berkontribusi pada pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional,” terang Matius.
Pelatihan LKLB di Vietnam merupakan tindak lanjut dari kunjungan lima akademisi Vietnam ke Indonesia pada 1-3 Mei 2025, termasuk ke Kementerian Luar Negeri RI, untuk mempelajari pengalaman Indonesia dalam mengelola kemajemukan melalui program LKLB.
Itu sebabnya, pelatihan LKLB di Vietnam juga menghadirkan dua narasumber dari Indonesia yaitu Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Amin Abdullah, dan Koordinator Staf Khusus Menteri Agama RI, Farid F. Saenong.
Artikel Terkait
Pasar Modern BUMD Perumda RHJ Rokan Hulu Wakili Riau Ke Tingkat Nasional, Bupati Anton Apresiasi Capaian Kinerja
Deteksi Dini Penyalahgunaan Narkoba, Rutan Natal Adakan Tes Urine bagi Pegawai dan Warga Binaan
Lapas Amuntai Ikuti Zoom Meeting Workshop Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2025 bersama Ombudsman RI
Kerjasama Kemenimipas dan Kemenkes RI, Lapas Kelas IIB Amuntai Gelar Skrining Rontgen Dada (ACF TBC CXR) 2025 bagi Warga Binaan
Tingkatkan Iman dan Taqwa, Petugas dan WBP Lapas Gunungtua Melaksanakan Sholat Jumat Berjamaah