NAWACITApost.com - Jumlah korban tewas di Gaza naik lagi menjadi 13.300 orang akibat serangan Israel. Dalam sebuah pernyataan, kantor media pemerintah Hamas yang berbasis di Gaza menyampaikan, jumlah korban tewas tersebut mencakup 5.600 anak-anak dan 3.550 perempuan.
Ditambahkannya, korban tewas juga mencakup 201 staf medis, 22 anggota tim penyelamat pertahanan sipil, dan 60 jurnalis. Hamas kini disebut melunak, dengan menerima tawaran gencatan senjata.
Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh pada Selasa (21/11/2023) mengatakan, pihaknya hampir mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Israel. "Kami hampir mencapai kesepakatan mengenai gencatan senjata," kata Haniyeh dalam sebuah posting di Telegram.
Negosiasi intensif dimediasi oleh Qatar, tempat kantor politik Hamas dan Haniyeh bermarkas, dilaporkan telah berlangsung. Al Jazeera menyebut, seorang pejabat Hamas mengatakan bahwa negosiasi dipusatkan pada berapa lama gencatan senjata akan berlangsung, pengaturan pengiriman bantuan ke Gaza dan pertukaran tawanan Israel yang ditahan oleh Hamas dengan tahanan Palestina di Israel.
Kedua belah pihak akan membebaskan perempuan dan anak-anak dan rinciannya akan diumumkan oleh Qatar, yang menjadi penengah dalam negosiasi tersebut. Perjanjian tersebut juga akan mencakup gencatan senjata, pengaturan truk bantuan untuk memasok seluruh wilayah di Gaza, dan pemindahan korban cedera ke negara lain untuk perawatan.