hukum

Geger Balai Kota! Plt Wali Kota Madiun Terseret ke Gedung Merah Putih: Benang Kusut Korupsi Madiun Terurai?

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09 WIB
Tampak depan Balai Kota Madiun, Jawa Timur (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM — Aroma busuk korupsi yang menyengat di lingkungan Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur kini mencapai babak baru yang kian mencekam. Hari ini, Senin (11/5/2026), koridor dingin Gedung Merah Putih KPK menjadi saksi bisu saat Bagus Panuntun Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, melangkah masuk untuk diperiksa sebagai saksi dalam skandal megakorupsi yang mengguncang "Kota Pendekar".

Pemeriksaan ini bukan sekadar formalitas. Bagus Panuntun dipanggil untuk memberikan keterangan terkait pusaran hitam dugaan pemerasan fee proyek, penilapan dana CSR, hingga gratifikasi yang telah menjerat Maidi Wali Kota nonaktif.

Pembersihan Besar-Besaran: Tiga Pejabat Teras Dikeler

Tak sendirian, Bagus Panuntun ditemani oleh dua pejabat penting lainnya yang juga harus berhadapan dengan penyidik antirasuah ini. Mereka adalah:

  • Agus Mursidi (Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Madiun).
  • Agus Tri Tjahjanto (Sekretaris Dinas PUPR Kota Madiun).

Baca Juga: Benteng Terakhir di Jantung Minas: LAN Siak Kobarkan Perang Total Lawan Narkoba

“Hari ini penyidik melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi kunci: BP, AM, dan ATT. Ketiganya saat ini tengah dicecar pertanyaan di dalam ruang penyidikan,” tegas Budi Prasetyo Juru Bicara KPK, dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/5/2026).

Dosa Masa Lalu: Jejak OTT Januari 2026

Drama ini merupakan kelanjutan dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) berdarah dingin yang dilakukan KPK pada awal tahun 2026. Kala itu, publik dikejutkan dengan penyitaan uang tunai sebesar Rp 550 juta yang diduga kuat sebagai "uang pelicin" untuk Maidi Wali Kota nonaktif.

Penyidikan mengungkap praktik kotor yang sistematis. Para pengusaha—mulai dari pemilik hotel hingga jaringan waralaba—diduga dipaksa menyetor upeti demi selembar izin usaha.

Tersangka yang telah mendekam di balik jeruji besi:

  1. Maidi (Wali Kota Madiun nonaktif)
  2. Rochim Ruhdiyanto (Orang kepercayaan/tangan kanan)
  3. Thariq Megah (Kepala Dinas PUPR Kota Madiun)

Penggeledahan dan Barang Bukti yang Menumpuk

Sebelum pemeriksaan hari ini, KPK telah melakukan "serangan" fajar dengan menggeledah berbagai lokasi strategis di Madiun. Mulai dari kemewahan rumah pribadi Maidi hingga ruang kerja di Balai Kota tak luput dari pemeriksaan tajam penyidik. Hasilnya? Tumpukan dokumen gelap dan tumpukan uang tunai berhasil disita sebagai bukti kuat adanya mufakat jahat.

Baca Juga: Memutus Rantai Iblis, LAN Siak Siap Perang Lawan Narkoba di Jantung Pendidikan Tualang!

Kini, pertanyaannya adalah: Seberapa dalam keterlibatan para saksi ini? Apakah pemeriksaan Bagus Panuntun akan mengungkap aktor intelektual lain, ataukah ini menjadi kunci penutup untuk menyeret semua yang terlibat ke kursi pesakitan?

Masyarakat Kota Madiun kini hanya bisa menanti dengan nafas tertahan, melihat satu demi satu petinggi mereka memasuki pintu kaca KPK—pintu yang bagi banyak orang, adalah awal dari akhir karir politik yang bergelimang harta haram.(esp)

Tags

Terkini