NAWACITApost.com - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kembali melepas sebanyak 13 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dalam program G To G untuk sektor perawat.
"Hari ini kami berangkatkan atau melepas tiga belas PMI Program G to G ke negara penempatan Jerman untuk sektor kesehatan," kata Kepala BP2MI, Benny Rhamdani di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Minggu (9/7/2023).
Lebih lanjut, Brani yang juga Wakil Ketua Umum Partai Hati Nurani (Hanura) itu menyebutkan bahwa Jerman menjadi negara idola yang diinginkan PMI.
Hal tersebut lantaran Jerman memiliki UU Ketenagakerjaan yang berpihak kepada para pekerja. Terlebih lagi, upah di Jerman paling tinggi dibandingkan negara lain penempatan PMI.
“Jerman menjadi idola untuk skema G to G, karena UU ketenagakerjaan yang berpihak pada negara asing dan menyediakan gaji relatif tinggi,” ujarnya.
Menurut Benny, penempatan kerja seperti itu harus digelorakan. Karena, mimpi anak-anak muda bangsa Indonesia yang ingin bekerja ke luar negeri menjadi kenyataan.
"Mimpi yang harus menempuhnya dengan cara-cara yang resmi, UUD 1945 Pasal 27 jelas menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pekerjaan dan kehidupan yang layak. Itu hak tugas negara adalah memfasilitasi negara kepada rakyat," ucapnya lagi.
Dia menyebut pekerjaan yang dilakukan Pekerja Migran Indonesia di luar negeri tidak bisa dianggap remeh. Sebab mereka adalah penyumbang devisa untuk kas negara nomor dua setelah sektor Non Migas. Acapkali Pekerja migran Indonesia disebut juga sebagai Pahlawan Devisa Negara.
"Kita tidak menginginkan ada pihak yang menghinakan Pekerja migran Indonesia, bahkan sampai memandang remeh. Seluruh aparat negara harus memiliki mindset yang baru, bahwa kita sebagai aparatur negara hadir di negara ini melayani pekerja migran Indonesia," imbuhnya.
Benny berencana akan membuka skema manufaktur dan finishing di Jerman. Seperti dalam program G To G di Korea Selatan (Korsel). Namun, hal tersebut masih dalam pembahasan.
Ini masih kita dorong, dan akan melakukan pembahasan dengan negara yang bersangkutan, kami akan memperjuangkan tidak hanya skema perawat, tapi juga sektor pekerja fishing dan manufakturing" Pungkasnya.