Kab. Asmat, NAWACITAPOST.COM – Ketua tim Penggerak PKK Kabupaten Asmat, Propinsi Papua Selatan, Orpa Susana Kambu menjadi pemenang lelang termahal dalam Festival Asmat Pokman ke-35 yang ditutup pada Rabu (12/10/2022).
Baca Juga : Kakanwil Kemenkumham Papua dan Sejumlah Pejabat Menutup Festival Asmat Pokman Ke-35
Seni ukiran tradisional yang dimenangkan Orpa dalam lelang ini berupa panel papan yang bercerita tentang keseharian hidup orang Asmat di kampung-kampung. Ukiran ini merupakan karya seniman lokal bernama Isaias Asmakap. Sang seniman berasal dari Kampung Amanamkai yang sangat luar biasa maknanya.
Panel ukir berukuran 1,5 meter ini dimenangkannya usai bersaing dengan berbagai pengusaha setempat, Ketua DPRD Asmat, SKPD Asmat, dan bahkan suaminya sendiri, Bupati Asmat Elisa Kambu.
“Saya suka ukirannya. Bagus,” kata Orpa singkat usai memenangkan lelang.
Karya seni yang diboyong Orpa ini seharga Rp35 juta. Dari sejumlah lelang yang sudah digelar sejak Senin, 10 Oktober itu, karya yang dimenangkan dalam lelang ini merupakan harga tertinggi, baik dari kategori patung bercerita maupun panel ukir dan juga anyaman.
Bupati Asmat, Elisa Kambu dalam sambutannya mengatakan, penyelenggaraan Festival Asmat Pokman turut membantu ekonomi masyarakat terutama dengan adanya nilai-nilai uang yang terkonfirmasi oleh panitia penyelenggara.
Tercatat, 200 seni patung ukir dan 60 anyaman berupa tas dilelang kepada para tamu dengan total hasil lelang Rp2,4 milyar atau Rp2.243.500.000. Masing-masing yakni Rp1,9 milyar atau Rp1.977.000.000 untuk patung ukiran dan Rp266 juta untuk anyaman.
Sedangkan belanja pemerintah di luar lelang terkonfirmasi sebanyak Rp797 juta atau tepatnya Rp797.800.000.
“Saya akui, masih banyak yang jualannya belum laku. Tapi kami juga punya keterbatasan uang. Kami tidak mungkin membeli semua dari saudara-saudara,” kata Elisa.
Kata Kakanwil Kemenkumham Papua, Anthonius M. Ayorbaba mengatakan, Ukiran Panel Cerita dari Pengukir ISAIAS ASMAKAP dengan No. Urut 113, dari Kampung AMANAMKAI, dari Bahan Kayu Besi, yang menceritakan KESEHARIAN ORANG ASMAT, Paling Tinggi Terjual dengan harga, 35.000.000, (Tiga Puluh Lima Juta Rupiah) dibeli dari hasil lelang oleh ibu Ketua PKK Kab.ASMAT
Menurut Ayorbaba, Karya Seni Asmat sangat bernilai Tinggi, karena memiliki Esensi dalam hubungan DIALEKTIS antar tiga elemen kunci, MANUSIA, ALAM, & ROH LELUHUR, Konsep Konsep, Simbol, Pola, Motif, ornamen sebuah ukiran Asmat mempresentasikan Relasi KOSMOLOGIS ketiga elemen tersebut.
Ayorbaba pun berTerima Kasih kepada Wakil Bupati Asmat yang telah menjelaskan tentang Nilai Budaya, dari berbagai ukiran Asmat. Ia berharap Semoga di tahun 2023 Pelaksanaan Festival Budaya ASMAT POKMAN terus akan maju & memberikan Peningkatan Kesejahteraan bagi Masyarakat.
Kakanwil Kemenkumham Papua, Anrhonius M. Ayorbaba yang juga hadir langsung di Asmat memgatakan Ukiran termahal ini, merupakan sebuah hal yang di luar kemampuan Manusia, oleh karena patokan harga dimaksud sesuai dengan 35 Tahun digelar Pesta Budaya Asmat hingga berganti nama Festival Asmat Pokman.
Ayorbaba kemudian mendorong agar Pemerintah Daerah melakukan kajian bagi para pemenang Lomba Ukir dan membuat tulisan khusus untuk mereka, karena hal ini akan semakin menaikan nilai dari sebuah seni Ukir Masyarakat Asmat.
Kakanwil, Anthonius M. Ayorbaba komitmen ke depan akan terus bersama-sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Asmat melakukan Pencatatan dan Pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual, di mana PNBPnya akan dibayar oleh Pemda Asamat dalam hal ini Bupati Asmat, Elisa Kambu.