Majalengka, NAWACITA.POST.COM - Kembali terungkap peredaran uang palsu yang membuat resah ditengah masyarakat, berhasil diamankan oleh Polres Majalengka.
Manager pengelolaan uang rupiah kantor perwakilan wilayah Cirebon, Suradiyono mengatakan bahwa kasus peredaran uang palsu belakangan ini makin banyak. Terlebih dia mengatakan jelang pelaksanaan Pemilihan Umum baik Pilpres, Pileg dan juga Pemilihan Kepala Daerah tahun 2024.
"Untuk upal di wilayah Cirebon, khusus pulau Jawa sangat tinggi, di momentum tertentu seperti pemilihan presiden, pileg, pilkada jadi moment para oknum untuk menyebarkan uang palsu," ungkap Suradiyono, Selasa (24/09/2024).
Akan tetapi, lanjutnya, hasil kordinasi dan kerjasama dengan pihak Kepolisian, BI merasa sangat terbantu dalam mengungkapkan dan mengamankan terkait kasus Upal.
"Memang ditahun pemilu biasanya umumnya agak meningkat walaupun Alhamdulillah dari teman teman kepolisian yang bekerja sama dengan kami memberikan eport yang luar biasa sehingga beberapa kasus bisa kita ungkap," tambahnya.
Sebagai upaya pencegahan secara mandiri atas peredaran uang palsu, Bank Indonesia Memberikan wawasan pengetahuan terkait cara membedakan uang asli dengan uang palsu.
"Pencegahan, yang pertama di BI kami sering melakukan literasi melalui edukasi cinta faham rupiah dalam point' cintanya mengenali ciri ciri rupiah, dan cara merawat uang rupiah, sebuah upaya masyarakat mengetahui ciri ciri keaslian uang rupiah," jelasnya.
"Sehingga mereka nantinya bisa membedakan secara langsung dengan 3D, namun juga ada beberapa alat bantu yang bisa digunakan seperti yang bisa digunakan teman teman perbankan di semua usaha, paling tidak bisa mencegah peredaran uang palsu," tuturnya.
Saat disinggung soal jumlah kasus Upal yang terjadi belakangan ini, Suradiyono mengatakan bahwa tahun 2024 mengalami kenaikan kasus.
"Jujur saja untuk tahun 2024 ini mungkin agak sedikit meningkat maka kami meminta masyarakat untuk waspada," tegasnya.
"Untuk peningkatan tidak terlalu signifikan tapi tetap diwaspadai tapi khusus dibulan Agustus sudah mencapai 3.900 bilyet yang dilaporkan pihak kepolisian sebagai BB maupun permintaan klarifikasi dari masyarakat," tandasnya.(Defri Ardiansyah)