Sebelumnya, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo atau akrab disapa Bamsoet menegaskan bahwa pidana korupsi harus dipisahkan dari penyelenggaran olahraga. Rudi menyampaikan pernyataan tersebut bakal menimbulkan polemik baru Formula E Jakarta.
"Bamsoet ini mencoba meyakinkan masyarakat bahwa Formula E tidak bermasalah, tetapi caranya terlihat salah," ucap Rudi dilansir dari GenPI.co, Kamis (2/12/2021).
Rudi menjelaskan Formula E sudah jelas tengah bermasalah, yang mana KPK sedang menyelidiki dugaan korupsi di gelaran tersebut. Menurutnya, pernyataan Bamsoet itu keluar lantaran diduga berada di lingkaran korupsi Formula E.
"Bamsoet harus hati-hati soal pernyataannya itu. Jika Formula E terbukti korupsi, Bamsoet bisa terseret ke sana," jelasnya.
Rudi menilai, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Bamsoet sedang memainkan peran untuk Formula E. Sebab, kata dia, kondisi itu merupakan keunggulan yang kerap dilakukan Anies Baswedan.
"Jebakan dari Anies Baswedan ke Bamsoet ini terlihat jelas. Namun, saya rasa itu menjadi kemampuan Anies untul bermain kata-kata," imbuhnya.
Seperti diketahui, Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bamsoet angkat bicara soal Formula E. Menurutnya Formula E yang dijadwalkan pada 2022 mendatang harus tetap terselenggara, sebab uang yang sudah dibayarkan.
Selain itu Bamsoet mempersilahkan KPK untuk tetap mengusut tuntas dugaan korupsi dalam ajang balapan yang rencananya diadakan di Jakarta itu.
"KPK silakan teruskan, proses, temukan, hukum, kalau ada ditemukan bukti-bukti yang cukup dan kuat adanya penyimpangan, penyalahgunaan jabatan dan kerugian negara. Karena se-sen uang rakyat yang terlanjut dibayar ke Formula E harus kembali dalam bentuk kemanfaatan ekonomi," kata dia.
Menurutnya pidana dan kegiatan olahraga harus dipisahkan. Bamsoet juga menilai Formula E dapat mengangkat pariwisata dalam negeri.
Simak informasi menarik lainnya di Youtube NAWACITA TV
https://youtu.be/tazU2aEaoRI